Mahasiswa Wajib Miliki Wawasan Kewirausahaan

78
0

BOGOR – Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa Indonesia harus memiliki wawasan tertentu sebagai bekal masa depan. Salah satunya adalah wawasan mengenai kewirausahaan.

Karena itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar Kuliah Kewirausahaan Pemuda 2019.

Rektor Institute Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria menuturkan kewirausahaan sangatlah penting. Menurut David McClelland (ahli teori psikologis Amerika Serikat), yang dia kutip, kemajuan suatu bangsa diukur dari tingkat Need For Achievement (N-Ach) atau hasrat untuk meraih setinggi-tingginya prestasi dalam hidup.

Apabila negara yang mempunyai N-Ach tinggi, maka peluang untuk meraih kesuksesan juga tinggi sedangkan negara yang tidak mempunyai virus N-Ach atu N-Ach-nya rendah maka tingkat kesuksesannya juga rendah.

Selain itu agama Islam juga mendukung tentang teori McClelland karena teori tersebut tidak bertentangan dengan dasar agama Islam atau Alquran.

“Kewirausahaan menjadi suatu hal yang sangat penting saat ini, dan IPB saat ini bertekad menjadi universitas pengembangan model kewirausahaan berbasis inovasi teknologi dan sosial (techno-socio-entrepreneurship university),” katanya Kamis (9/5).

“Kita bukan enterpreneur, tetapi kita socio-entrepreneur, baik itu kewirausahaan dalam bidang bisnis maupun dalam bidang sosial,” katanya.

Lanjutnya, jangan jadi pengusaha by accident, karena selama ini orang-orang menjadi pengusaha itu rata-rata by accident, seperti IPK rendah hingga sulit dapat pekerjaan, terkena PHK dan berasal dari keluarga yang memiliki kekayaan, itulah tiga faktor yang membuat orang beralih menjadi pengusaha.

Deputi Pengembangan Pemuda Asrorun Niam Sholeh mengatakan kegiatan ini bagian dari ikhtiar Kemenpora mencetak entrepreneurship muda untuk kemajuan bangsa Indonesia. Selain itu, bagian dari menumbuhkan bakat dan minat entrepreneur muda.

“Salah satu kunci untuk membangun kemandirian bangsa itu dimulai dari ekonomi dengan mencetak entrepreneur muda. Kemenpora memiliki konsentrasi menciptakan minat bagi para pemuda untuk memulai dunia wirausaha. Dan kita Kemenpora memiliki program mencetak wirausaha muda,” katanya.

Bagi mahasiswa yang usahanya sudah mulai berkembang. Maka Kemenpora menyediakan ruang untuk wirausaha berprestasi.

“Kunci sukses dalam menjalankan wirausaha kita harus berkomitmen dan mampu menggali talenta serta mengelola potensi yang kita miliki dengan baik,” tambah Niam.

Alumni IPB yang menggeluti dunia usaha Muhammad Firdaus, membagikan pengalamannya menekuni usaha pembenihan dan pembesaran lele di Cibanteng Kabupaten Bogor.

“Dengan bekal selama kuliah dan jaringan alumni saya serius menjalani hal ini. Untuk omzetnya, masih Rp 150 juta sebulan. Sedangkan kendalanya, ada di SDM yang tekun dan betah untuk berwirausaha seperti ini,” ucap alumnus Jurusan Budidaya Perairan IPB Angkatan 48 tersebut.

“Dalam dua setengah bulan, benihnya bisa dipanen dan dijual ke pasar lewat tengkulak atau bandar. Ke depannya, saya berharap bisa mengembangkan usaha dengan buka rumah makan lele yang bahan bakunya, lele tersebut, diambil dari tempat saya. Selain itu, bisa tembus permodalan dari Kemenpora,” pungkasnya. (gie/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.