Mahasiswa yang Ngaku Bawa Bom Terancam Dipenjara dan tak Bisa Ini..

226
0
FS (kiri)

JAKARTA – Gara-gara bercanda bawa bom di pesawat, mahasiswa asal Wamena Papua berinisial FS, berurusan dengan hukum.

Selain terancam penjara, mahasiswa Universitas Tanjungpura Pontianak itu juga di-blacklist, sehingga tidak bisa lagi naik pesawat Lion Air untuk selamanya.

Insiden bermula saat FS naik pesawat Lion Air JT687 di Bandar Udara Internasional Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat (PNK) dengan tujuan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (CGK).

Ketika berada di dalam kanin pesawat, FS mengaku menyimpan bom di bagasi. Candaan itu didengar penumpang lain, sehingga mereka panik. Penumpang memaksa membuka pintu darurat.

Baca Juga: Kesaksian Pramugari Soal Teror Bom Lion Air di Bandara Supadio Pontianak

Puluhan penumpang berhamburan keluar dari pintu darurat. Mereka berdiri di sayap pesawat sebelum menjatuhkan diri.

Akibat insiden itu, sejumlah penumpang mengalami luka-luka. Bahkan, seorang penumpang dikabarkan pingsan akibat terinjak-injak.

Maskapai penerbangan Lion Air mengalami kerugian materi karena terjadi kerusakan pada jendela darurat. Selain itu, penerbangan pesawat juga ditunda.

Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, pihaknya telah melaporkan penumpang yang diduga melakukan tindakan merusak pesawat ke pihak kepolisian. Dan saat ini, penumpang tersebut dalam proses lebih lanjut.

“Dalam penerbangan tersebut, ada seorang penumpang yang bergurau membawa bom, namun ini tidak serta merta dijadikan alasan untuk membuka jendela darurat. Lion Air mengharapkan perbuatan tersebut diproses sampai kepada tingkat pengandilan,” ujarnya kepada JawaPos.com, Senin (28/5).

Selain dilaporkan ke polisi, Lion Air juga menjatuhkan sanksi kepada FS karena membuat candaan yang merugikan penumpang dan Maskapai Lion Air.

Sanksi itu sesuai dengan UU No 1 2009 Pasal 54, setiap orang di dalam pesawat udara, selama penerbangan dilarang melakukan: a. Perbuatan yang dapat membahayakan keamanan dan keselamatan penerbangan, dan b. Pelanggaran tata tertib dalam penerbangan.

“Atas pelanggaran itu yang bersangkutan (FS, red) kita blacklist,” tandas Danang Mandala Prihantoro.

(hap/jpc/pojoksatu)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.