Mahasiswi Tewas, Warga Blokir Akses Truk Proyek Tol

267
0
Loading...

PEKALONGAN – Ratusan warga Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Jateng, memblokir akses jalan truk proyek tol.

Aksi yang dilakukan Rabu (23/5) malam itu sebagai bentuk kekesalan warga lantaran jalan raya Wiradesa rusak parah hingga mengakibatkan seorang mahasiswi pengendara sepeda motor tewas terlindas truk, Rabu pagi.

Pemblokiran jalan di sepanjang Jalan Raya Wiradesa – Ketandan oleh warga dilakukan usai shalat tarawih.

Hingga malam hari, truk milik PT SMJ tetap beroperasi dan kerusakan jalan tidak kunjung diperbaiki. Dalam aksi itu, hampir 40 dumptruck kapasitas DT 24 dihentikan oleh warga.

Bahkan, penyanderaan truk oleh warga hingga berlanjut pada Kamis (24/5) siang.

Loading...

Mediasi ratusan warga dengan pengamanan anggota dipimpin langsung oleh Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan bersama perwakilan PT SMJ berlangsung memanas. Sebab, masyarakat meminta perbaikan jalan secara permanen sebelum lebaran.

Suasana mencair dengan kedatangan Bupati Pekalongan, H Asip Kholbihi bersama Dinas terkait yang menjadi mediator supaya tuntutan warga disepakati oleh PT SMJ.

“Saya prinsipnya setuju supaya jalan diperbaiki. Karena di sini ada dua kepentingan yang harus jalan bareng, yaitu kepentingan nasional untuk pembangunan jalan tol berjalan, begitu pula kepentingan warga terpenuhi, terutama keselamatan warga terjaga,” terangnya.

Diakui, karena sudah berulang kali Pemda minta jalan rusak imbas pembangunan tol secara bertahap diperbaiki namun itu hanya janji- janji belaka.

“Kemarin saya selaku bupati juga diapusi (dibohongi), untuk itu sekarang benar – benar akan saya kawal. Kebetulan jalan Bojong Wiradesa ini milik Provinsi, kalau milik pemda langsung kita perbaiki,” tandasnya di depan warga.

Adapun perwakilan warga, Hadi meminta supaya dalam waktu dekat jalan dilakukan perbaikan secara permanen. Apabila tidak maka truk besar dilarang lagi beroperasi dan diganti dengan truk kecil.

“Selain itu sopir tidak boleh melaju lebih dari 40 km per jam, tidak boleh merampas hak pengguna jalan lain dan dilarang beriringan lebih dari 2 unit 15 menit. Kemudian usai perbaikan truk yang beroperasi hanya kapasitas 12 ton atau truk kecil dan penyemprotan setiap 2 jam sekali supaya tidak berdebu,” ungkapnya.

Selain ratusan warga, sejumlah pengurus BEM IAIN Pekalongan yang sebelumnya hendak melakukan aksi juga turut hadir di lokasi. Mereka sebelumnya akan turun ke jalan sebagai bentuk kekecewaan dampak pembangunan proyek tol.

“Aksi dilakukan karena ada rekan kami yang meninggal akibat kecelakaan, karena jalan Bojong Wiradesa ini sudah tidak layak lagi,” ungkap Presiden BEM IAIN Nurihksan Jamaludin.

Setelah ada beberapa kesepakatan dan ditandatangani diatas materai, akhirnya puluhan dumptruck bisa kembali beroperasi. (yon)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.