Mahasiswi Unpad Pangandaran Tulis 7 Novel di Era Milenial

198
0

PANGANDARAN – Saat era milenial ini, kreativitas kaula muda memang dipacu dengan suguhan teknologi yang berkembang pesat untuk terus berkarya, dan menghasilkan sesuatu yang positif juga bisa menjadi inspirasi.

Hal ini, seperti yang dilakukan Jienita Klistina (19), putri tunggal pasangan Suryaji dan Eniji.

Wanita kelahiran Pangandaran 20 Juli 2000 ini, disela kesibukkannya sebagai mahasiswi Fikom Unpad Pangandaran, ternyata aktif sebagai penulis novel.

Sejak menginjak bangku SMK kelas X di tahun 2017-an, dia sudah melahirkan karya 7 novel. Minggu (01/03), radartasikmalaya.com berkesempatan mengunjungi rumahnya di Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran.

Nita -sapaan akrab Jienita- mengaku awal menjadi penulis novel karena memanfaatkan waktu luangnya seusai sekolah.

Jadi, setiap usai sekolah ataupun ketika saat ini tak ada jadwal kampus, dia selalu menuangkan apa yang ada di isi otaknya dan dituangkan dalam karya novel.

“Jadi awalnya cerita di novel-novel yang aku tulis, terinspirasi dari curhatan teman dekat. Kebetulan aku memang orangnya senang menulis dan berimajinasi jadi ya dituangkan semua di novel,” katanya.

Terang dia, hingga kini dia sudah melahirkan 7 buah novel yang diterbitkan Guepedia, penerbit buku yang dipasarkan secara online.

7 novel yang dia tulis itu berjudul Berhenti Berharap,
Aku Cinta Dia, Hijrahku, Love Quotes,
Cinta dalam Diam, Masih Menunggu Bintang Jatuh dan They Came You.

“Jadi dicetak sama penerbit Guepedia dipasarkan secara online. Jadi dibelinya pun secara online. Royaltinya Alhamdulillah. Saat ini sedang berusaha menulis novel misteri,” terangnya.

Mahasiswi Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) ini juga mengaku tetap berusaha meluangkan waktu senggangnya, selain menulis novel juga bermain game online PUBG.

“Sekarang menulis sih kalau lagi tak ada tugas. Memang waktu SMK lebih banyak waktu untuk menulis. Biasanya sepulang sekolah atau kuliah ya datang ke rumah, makan, dan langsung depan laptop ngetik novel,” tambahnya.

Dia menandaskan, biasanya ketika menulia novel tersebut dirinya perlu memakan waktu hingga 3 bulan.

Meski demikian, dia pernah menuntaskan novel berisi ratusan lembar itu dalam waktu 1 bulan.

“Karena ini hobi aku. Ya daripada rajin menulis terus dibuang, coba-coba deh kirim ke penerbit. Alhamdulillah langsung diterima tulisan saya. Dan semoga kedepan, saya juga bisa membuat film tentang Pangandaran,” harapnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.