Mak Icoh Warga Pasirkiara Pangandaran yang Dambakan Rumah Layak Huni, Ini Kata Koordinator PKH

30
0
LAPUK. Icoh (95) duduk di depan rumahnya yang sudah tidak layak huni. Istimewa

PANGANDARAN – Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Pangandaran Ade Ajat Sudrajat mengatakan bahwa dirinya akan mengecek terlebih dahulu, terkait pernyataan salah seorang warga Parigi yang kurang mampu, namun tidak masuk dalam PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Sebelumnya salah seorang warga Dusun Pasirkiara Desa Karangbenda bernama Mak Icoh (95) hidup di sebuah rumah yang sudah tidak layak huni, namun tidak mendapatkan bantuan PKH ataupun BPNT.

“Saya akan mengecek dulu di Basis Data Terpadu (BDT) sudah masuk penerima bantuan atau tidak,” katanya kepada Radar, Selasa (6/10).

Menurutnya, BDT tersebut memang belum di-update lagi, sejak pandemi Covid-19. “Januari 2020 itu mau diverifikasi lagi, mau di-update lagi, tapi keburu corona,” jelasnya.

Kemungkinan, menurutnya, BDT ini akan kembali di-update pada November mendatang. “Kita nanti akan cek apakah yang bersangkutan bisa dimasukan ke penerima bantuan, jika memang tidak masuk,” terangnya.

Sebelumnya anak Mak Icoh, Komanah (45) mengatakan bahwa rumah ibunya itu sering mengalami bocor, selain itu dinding rumah yang terbuat dari bilik bambu sudah mengalami bolong-bolong. Orang tuanya itu juga tidak pernah mendapatkan bantuan BPNT ataupun PKH, apalagi bantuan Rumah Tak Layak Huni.

Sementara itu kepala Dusun Pasirkiara Mansur membantah jika Icoh tidak mendapat bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). “Bantuan Rutilahu atas nama ibu Icoh sudah dapat dari dulu juga,” katanya. (den)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.