Makanan Bersih Cegah Keracunan

308
0
SITI AISYAH / RADAR TASIKMALAYA ILUSTRASI. Sebelum dimasak, bahan makanan seperti sayur dan buah sebaiknya dicuci hingga bersih agar semua bakteri yang menempel hilang dan tidak menimbulkan penyakit setelah dikonsumsi Sabtu (2/12).

MENYIMPAN makanan yang tidak benar atau pun cara memasak yang tidak higienis dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Bahkan, bisa menyebabkan food borne disease atau keracunan makanan. Hal ini biasanya disebabkan makanan telah terkontiminasi oleh bakteri atau mikroba, fungi, jamur, virus dan lainnya.
Ketua Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Tasikmalaya Deris Aprianty MPH mengatakan keracunan makanan bisa disebabkan oleh proses persiapan, produksi maupun penyimpanan makanan yang tidak sesuai atau kurang higienis.
Menjaga higienitas makanan, lanjut Deris, bisa dimulai dari menjaga kebersihan pribadi agar makanan tidak terkontaminasi bakteri. Seperti tidak bersin dan batuk di dekat makanan, serta menggunakan pakaian pelindung ketika memasak. Kemudian membersihkan seluruh peralatan dengan cara yang benar juga bisa menjadi pencegah bahan makanan terkontaminasi bakteri.
”Jika makanan sudah tidak segar dan telah busuk lebih baik segera dibuang. Untuk makanan yang mudah busuk atau beresiko tinggi seperti ikan, telur mentah, susu dan lainnya, lebih baik disimpan pada temperatur yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri,” terangnya.
Setelah makanan siap disajikan, tutur Deris, alangkah baiknya segera disimpan di tempat tertutup agar tidak terkontaminasi bakteri. Untuk makanan kering, sebaiknya jangan dibiarkan menjadi lembab.
Tips lainnya untuk menjaga makanan tetap sehat adalah memasak makanan dengan benar. Jika ingin memanaskan makanan, bisa dengan cara pasteurisasi atau sterilisasi yakni merupakan suatu proses untuk membunuh mikroorganisme hingga spora di dalam bahan makanan. Proses ini dilakukan dengan cara memanaskan makanan sampai temperatur 1210C atau selam 15 menit.
Wadah untuk me­nyimpan ma­kanan juga perlu di­perhatikan. Untuk makanan yang bersifat asam sebaiknya tidak disimpan dalam wajan yang berlapis logam berat, karena bisa menimbulkan reaksi kimia pada makanan dan membuat makanan tidak sehat untuk dikonsumsi.
”Disamping itu juga kita harus pandai memilih bahan makanan karena tidak semua bahan makanan aman di konsumsi. Seperti jamur liar, itu tidak boleh disantap. Atau, jamur yang lainnya yang belum dikenal. Kemudian juga tidak menyantap bahan makanan yang dimasak setengah matang, jadi harus matang proses pengolahannya,” terang dia.
Deris juga menuturkan dalam beberapa jenis makanan atau masakan ada zat gizi yang rawan rusak. Diantaranya vitamin yang banyak terdapat dalam sayur dan buah. Vitamin yang larut dalam air adalah vitamin B dan C. Vitamin ini mudah rusak oleh panas, sehingga sumber bahan makanan seperti sayur atau buah jangan terlalu lama dimasak.
”Sayur dan buah dimakan dalam keadaan segar lebih baik, karena kandungan vitaminnya. Keracunan makanan biasanya ditandai gejala diare dan muntah. Langkah pertama penanganannya adalah menjaga cairan dalam tubuh. Bisa dengan minum air putih, air kelapa muda dan lainnya. Namun bila keracunan logam berat, biasanya dianjurkan minum susu, karena protein mengikat logam berat,” tuturnya. (ais)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.