Makin Tersudut Kasus Hukumnya, Ahmad Dhani Ngadu ke DPR Biar Bisa Begini

332

JAKARTA – Musisi yang juga politisi Gerindra, Ahmad Dhani menyambangi gedung DPR.

Dia ingin mengadukan proses hukum kasus ujaran kebencian yang menjerat dirinya.

“Rencananya mau bikin audiensi dengan komisi III dalam rangka melaporkan proses penyidikan yang dilakukan di Polda Jatim,” kata Dhani kepada wartawan di gedung Nusantara III Senayan, Jakarta, Rabu (5/12).

Dhani merasa telah dikriminalisasi dalam proses hukum ini.

“Ya kira-kita seperti itulah,” tegasnya.

Terlebih saat diperiksa penyidik Subdit V Cyber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur, menurut dia, saksi ahli yang dijadikan rujukan kurang kompeten.

“Nah kemarin proses saya menjadi tersangka itu karena saksi ahlinya menurut saya kurang kompeten karena diambil dari Kominfo provinsi, harusnya menurut yang diisyaratkan UU itu mencari saksi ahli dari Kominfo pusat,” sambungnya.

Ahmad Dhani resmi menjadi tersangka kasus pencemaran nama baik dan ujaran kebencian berbasis SARA. Kasus itu bermula pada 26 Agustus 2018 yang lalu, saat Dhani akan menghadiri deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya, Jawa Timur.

Sebelum acara itu dimulai, hotel tempat Dhani menginap, didemo massa yang mengatasnamakan diri Koalisi Elemen Bela NKRI. Dhani lantas merekam video yang dia unggah melalui akun Instagram miliknya. Video itu dikomentari sebanyak 1.493 dan disukai 12.881 akun.

“Yang demo yang membela penguasa, lak lucu a. Ini idiot-idiot ini. Ini idiot-idiot ini,” kata Dhani dalam video itu dengan logat Surabaya yang khas, sembari menuding ke arah pintu masuk hotel.

Selang empat hari kemudian, pada 30 Agustus 2018, Koalisi Elemen Bela NKRI yang diketuai Edi Firmanto melaporkan Dhani ke Subdit V Cyber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur. Pada 18 Oktober 2018, status hukum Dhani dinaikkan menjadi tersangka.

(wid/rmol/pojoksatu/radartasikmalaya)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.