Maksimalkan Fungsi BI Melalui Media Massa

243
0
RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA MEMBUKA ACARA. Asisten Gubernur Bank Indonesia (BI) Dyah Nastiti memukul gong saat membuka pelatihan untuk jurnalis di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta Senin (20/11).

JAKARTA – Memaksimalkan fungsi­nya, Bank Indonesia (BI) memberikan pelatihan kepada 580 jurnalis daerah dari seluruh pen­­juru nusantara. Pelatihan yang dilaksanakan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta itu mulai dibuka Senin pagi (20/11).
Para jurnalis yang hadir da­lam kegiatan tersebut meliputi insan pers dari media cetak, online dan elektronik. Pelatihan akan dilaksanakan dua hari sejak 20 sampai 22 November dengan berbagai narasumber, selain dari BI, ada juga dari ekonom, pengamat kebijakan dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
Acara dibuka dengan pemukulan gong oleh Asisten Gubernur Bank Indonesia Dyah Nastiti. Dalam sambutannya, Dyah menjelaskan media harus memiliki pemahaman lebih dalam berbagai bidang untuk bisa mencerdaskan masyarakat. “Untuk itu kita lakukan pelatuhan kepada teman-teman jurnalis,” ujarnya.
Sasaran informasi yang herus digenjot, kata dia, yakni kalangan anak muda yang saat ini kurang memiliki rasa ingin tahu. Kenapa anak muda? Karena beberapa waktu lalu dia berbincang dari beberapa pemuda yang tidak tahu insiden kebakaran pabrik mercon. “Padahal itu kejadiannya sudah lewat dua hari, ternyata acuan mereka dalam mencari informasi bukan media massa,” tuturnya sambil menyebutkan salah satu media sosial.
Ketua panitia pelatihan Agusman dalam hal ini dia berharap media massa terus memberikan edukasi yang positif kepada masyarakat. Diantaranya adalah permasalahan ekonomi untuk membantu BI dalam memaksimalkan fungsinya yang diantaranya menjaga stabilitas moneter, sistem keuangan dan sistem pembayaran. “Komunikasi yang lancar, efektif dan efisien membutuhkan peran serta media massa,” ungkap pria yang menjabat kepala Departemen Komuniksi BI itu.
Adapun materi-materi dalam pelatihan kemarin yakni pengendalian inflasi daerah dan perkembangan serta kebijakan sistem pembayaran. Saat ini Bak Indonesia tengah menggelorakan pembayaran non tunai yang dinilai mempermudah masyarakat dan bisa menurunkan potensi korupsi serta suap menyuap. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.