Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

2.8%

19.1%

7.1%

71%

Malak Tak Diberi, Sopir Ditusuk Anak Jalanan

114
0

BREBES – Pemalakan di jalanan dengan aksi kekerasan kepada sopir truk sering terjadi di wilayah Kabupaten Brebes. Terbaru, pemalakan dan penganiayaan kepada seorang sopir truk bernama Abdul Yana warga Ciamis.

Korban ditusuk oleh pelaku menggunakan gunting di bagian tengkuk kepala bagian belakang. Hingga akhirnya korban saat itu terkapar dan dilarikan ke rumah sakit.

Informasi yang di­himpun, kawanan anak jalanan itu tidak hanya me­laku­kan pe­nusu­k­an kepada korb­an. Mereka melakukan penge­ro­yokan dengan cara pemukulan ke­pada korban hing­ga berulang-ulang kali.

Dari kejadian tersebut, Tim Resmob Satreskrim Polres Brebes melakukan pengejaran dan berhasil membekuk kawanan anak jalanan (punk) yang diduga kerap kali melakukan pemalakan dengan aksi kekerasan kepada sopir truk. Kawanan anak punk yang ditangkap beranggota tiga orang.

Ketiga pelaku yakni, Ari Kurniawan dan Ratmono, warga Jagapura Cirebon. Kemudian satu pelaku lainnya, Ade, warga Karangmalang Indramayu, Jawa Barat. Mereka ditangkap di sebuah tempat persembunyianya di Jakarta, Jumat (16/11) malam, sekitar pukul 21.00.

Menurut pengakuan salah satu pelaku penusukan, Ari, dirinya terpaksa melakukan aksi penganiayaan kepada korban lantaran permintaan sejumlah uang kepada korban tak dikabulkan. Karena kesal, dirinya dan teman-teman lainya melakukan hal tersebut.

Saat itu, kita baru saja mabuk minuman (alkohol). Karena mau beli lagi nggak ada uang, akhirnya saya malak dia (korban). Karena nggak nurut, saya langsung tusuk korban pakai gunting. Dan juga sempat memukuli korban bersama teman-teman lainya, aku Ari di hadapan polisi di Mapolres Brebes, Rabu (21/11).

Sementara itu, KBO Reskrim Polres Brebes Iptu Triyatno mengatakan, aksi pemalakan dan penganiayaan dilakukan kepada sopir truk pengangkut alat berat. Pelaku melakukan aksinya saat sopir sedang berhenti untuk beristirahat di sebuah warung untuk makan.

Tiba-tiba mereka (pelaku) menghampiri korban untuk meminta uang dengan cara tak sopan (keras). Karena saat itu korban sedang makan diminta untuk menunggu sebentar. Pelaku nggak terima dan langsung menganiaya korban dengan cara ditusuk pakai gunting dan mengeroyok serta memukuli korban, ucap Triyatno.

Setelah melakukan aksi penganiayaan, mereka langsung kabur melarikan diri ke luar kota. Hingga akhirnya mereka berhasil dibekuk tim Resmob Satreskrim Polres Brebes di Jakarta. Atas perbuatan pelaku, mereka diancam pasal 170 KUHAP junto 351 KUHAP dengan hukuman kurungan penjara 9 tahun, tegasnya.

Menurut dia, pengungkapan kasus yang melibatkan anak punk ini tak mudah. Bukti ataupun petunjuk yang minim, membuat polisi harus memutar otak mencari keberadaan kawanan pelaku yang selama ini meresahkan para sopir truk. Bahkan, tim Resmob membutuhkan waktu hingga lima hari untuk memburu tiga kawanan pelaku tersebut. (fid/fat)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.