Malas Gerak Picu Penyakit Jantung

103
0
istimewa. TERAPKAN GAYA HIDUP AKTIF. Dokter Aliqa Citra Septiani MMR menyebutkan, kurangnya melakukan aktivitas fisik bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.
istimewa. TERAPKAN GAYA HIDUP AKTIF. Dokter Aliqa Citra Septiani MMR menyebutkan, kurangnya melakukan aktivitas fisik bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

TASIK – Angka pasien penyakit jantung di Indonesia semakin meningkat dan tidak mengenal usia. Penderita dari kalangan anak muda semakin naik tiap tahunnya. Hal ini dipicu gaya hidup kurang aktif dan banyak mengonsumsi junk food.

Dokter Aliqa Citra Septiani MMR menjelaskan, penyakit jantung adalah kondisi jantung mengalami gangguan yang disebabkan adanya gangguan pada pembuluh darah di jantung, irama jantung, katup jantung atau akibat bawaan lahir.

Jenis penyakit jantung di antaranya jantung koroner, yakni penyakit jantung akibat penyempitan pembuluh darah di jantung. Selain itu, ada penyakit jantung bawaan yang merupakan penyakit jantung yang ditemukan sejak bayi. Ada juga endokarditis atau disebut infeksi pada lapisan dalam jantung.

Jenis lainnya yakni aritmia yang merupakan gangguan irama jantung, dan gagal jantung ialah kegagalan otot jantung untuk memompakan darah ke seluruh tubuh.

“Gejala dari penyakit jantung sangat beragam tergantung gangguannya. Gejala yang dapat muncul antara lain nyeri dada kiri yang dapat menjalar ke leher, rahang, punggung dan ibu jari,” ujar dr Aliqa yang praktik di Klinik Dokter 24 Jam Melati Muhammadiyah Kawalu Kota Tasikmalaya.

Kata dia, ciri-ciri penderita penyakit jantung di antaranya jantung berdebar, sesak nafas, mudah lelah saat beraktivitas, keluar keringat dingin, kulit menjadi membiru, pembengkakan pada tungkai dan perut, pingsan, demam dan muncul ruam.

“Ada banyak faktor penyebab penyakit jantung yakni hipertensi, obesitas, kolesterol tinggi, diabetes, tidak aktif secara fisik atau diet tidak sehat,” katanya kepada Radar, Sabtu (25/1).

Merokok dan menggunakan tembakau, penyalahgunaan obat, konsumsi alkohol berlebihan dan riwayat keluarga dengan penyakit jantung adalah faktor risiko lainnya.

“Semakin bertambah usia semakin bertambah faktor risiko penyakit jantung. Pria lebih berisiko terkena penyakit jantung, terutama yang punya riwayat keluarga dengan penyakit jantung,” katanya.

Adapun pencegahan penyakit jantung adalah menerapkan pola hidup sehat seperti mengonsumsi makanan tinggi serat, rendah gula, dan rendah lemak. Menghentikan kebiasaan merokok dan menghindari paparan asap rokok. Memeriksa tekanan darah, gula darah, dan kolesterol secara berkala.

“Untuk mencegah penyakit ini harus melakukan latihan fisik, seperti jogging, bersepeda dan berenang, setidaknya 30 menit setiap hari,” kata dia. (obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.