Maling Lagi setelah Menjalani Diversi

158
0
RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA SIDANG TERRTUTUP. Petugas pengawal tahanan Kejari Kota Tasikmalaya menjaga pintu ruang sidang anak saat jaksa penuntut umum membacakan dakwaan kepada MI kemarin.

TAWANG – Pembinaan di LPKS (Lembaga Penyelenggara Kesejahteraan Sosial) Anak selama tiga bulan tidak membuat MI insaf. Remaja 16 tahun ini malah kembali melakukan tindak pidana. Dia mencuri kendaraan bermotor (curanmor).
Dalam kasus sebelumnya, MI menjalani diversi (pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana). Namun dalam kasus kali ini —kerena tidak kapok— dia harus menjalani persidangan di pengadilan. Kemarin (13/11), warga Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya ini duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Tasikmalaya.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya Yayan Mulyana SH menjelaskan MI didakwa karena telah mencuri sepeda motor pada bulan Mei 2017 di sebuah rumah kontrakan di Kampung Riung Asih Kelurahan Cilembang Kecamatan Cihideung.
Saat itu, kata JPU, MI tidak bergerak sendiri. Dia berkomplot dengan dua temannya, FS dan AS. Dua teman MI sudah diproses dalam berkas terpisah. “Teman-temannya sudah diproses duluan,” ungkapnya.
Karena sebelumnya pernah berhadapan dengan hukum yang diselesaikan melalui diversi, penegak hukum tidak memberinya kesempatan kedua. Polisi melanjutkan kasus ini ke pengadilan. “Sebelumnya pernah juga ditangkap, waktu itu diversi dan sekarang tidak,” ujarnya.
MI mengatakan pada kasus sebelumnya ia mengambil sepeda motor milik temannya. Dalam proses hukumnya, remaja itu mendapatkan diversi dan diberi pembinaan di LPKS selama tiga bulan.
Alasan kembali terjerumus dalam dunia curanmor, dia diajak ngumpul oleh teman-temannya. Dari perkumpulan itu muncullah ajakan untuk kembali mencuri kembali sepeda motor. “Pas ngumpul diajak operasi lagi,” pungkasnya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.