Mama Kudang, Ulama Asal Tasik Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

104
0
ISTIMEWA SEMINAR. Penulis Buku KH Mama Kudang, Dr H A Zaki Mubarak (tengah) bersiap menjelaskan ketokohan KH Mama Kudang yang pantas untuk menjadi pahlawan nasional, Senin (21/12).
Loading...

BUNGURSARI – KH Muhammad Sudja’i atau yang dikenal Mama Kudang, merupakan salah satu tokoh nasional, juga ulama asal Tasikmalaya pada masanya. Dimana figur ini turut berjasa dalam membangun Bangsa Indonesia, untuk itu nama almarhum KH Muhammad Sudja’i diusulkan sebagai Pahlawan Nasional.

Salah satu tahapannya, pada Senin (21/12) dilangsungkan seminar nasional pengusulan almarhum Mama Kudang sebagai pahlawan nasional melalui zoom meeting.

Sekretaris Daerah Ivan Dicksan Hasanudin mengatakan figur tersebut layak untuk diusulkan sebagai pahlawan nasional. Pemkot berharap proses verifikasi baik di provinsi atau pusat dapat berjalan dengan baik dan lancar.

“Alhamdulillah, hari ini (kemarin, Red) difasilitasi oleh DPRD Provinsi diadakan seminarnya, dalam rangka mematangkan proses usulan Mama Kudang sebagai pahlawan nasional. Sebetulnya, seminar ini pun, merupakan bagian dari proses verifikasi. Catatannya, yang penting, data tentang beliau ini lengkap”, ungkap Ivan usai virtual meeting.

Setelah seminar itu, lanjut dia, kelengkapan yang diperlukan nanti akan sampaikan ke pemerintah provinsi. Kemudian ketika dianggap sudah memenuhi syarat, selanjutnya, Pemprov akan merekomendasikan ke pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Sosial.

Loading...

Baca juga : Hotel Crown dan RS Dewi Sartika Purbaratu Kota Tasik Mulai Tampung Pasien Covid-19, Kapasitas 60 Orang

“Nanti di verifikasi lagi, kalau dianggap sudah memenuhi syarat, berikutnya Kemensos akan mengusulkan ke Presiden,” harapnya.

Pemkot pun berencana akan melakukan penataan di komplek makam Mama Kudang, mengingat ulama ini merupakan salah satu tokoh nasional.

“Harapannya, mudah-mudahan pemerintah pusat pun dapat memberikan penghargaan kepada beliau (Mama Kudang) sebagai pahlawan nasional,” ujar Ivan.

Terpisah, penulis buku Mama Kudang Dr H A Zaki Mubarak mengatakan seminar ini mengulas buku perjalanan hidup Mama Kudang dari sejarah, pemikiran, jaringan ulama dan keistimewaannya. Dengan cetak pertamanya pada 20 Juli 2020 sebanyak 250 eksemplar berisi setebal 400 halaman, yang terbitnya setelah haulnya ke-59 pada 9 Agustus 2020.

“ Upaya ini, bertujuan agar terus memperkaya referensi dan data agar Mama Kudang yang merupakan ulama kharismatik. Juga pejuang kemerdekaan yang bisa ditetapkan sebagai pahlawan nasional,” katanya di zoom meeting.

Zaki mengatakan bukunya tersebut untuk memperkuat peran dari Mama Kudang bagi Indonesia, sekaligus dapat memuliakan ulama yang berjasa dari Tasikmalaya.

“Harapan besarnya, upaya ini dapat mengangkat ikon ulama di Tasikmalaya mendapatkan gelar pahlawan nasional pada 2021,” ujarnya.

Menurutnya, peran besarnya Mama Kudang sudah diakui. Karena merupakan ulama besar pada zamannya. Sebagai generasi kedua estafet penyebaran Islam di Tasikmalaya dan Tatar Sunda. Yaitu Syeikh Abdul Muhyi Pamijahan.

” Mama Kudang perannya sebagai sentral dalam perkembangan Islam di Jawa Barat. Buktinya dakwah melalui sentrum pesantren yang didirikannya, khususnya yang berada di Priangan Timur,” katanya.

Ia pun mengutarakan sejarah panjangnya KH Mama Kudang tidak boleh diragukan lagi. Diperkirakan lahir tahun 1835 masehi dan wafat 10 Dzulhijjah 1961, kira-kira usianya 130 tahun.

“Artinya Mama Kudang mengalami tiga periode perubahan sosial politik dan keagamaan di Indonesia dari Belanda, Jepang dan kemerdekaan Indonesia atau orde lama. Sehingga misi utamanya memperjuangkan kemerdekaan lewat pengabdian kepada ibu pertiwi ini,” tuturnya.

Asisten Pemerintahan, Hukum, dan Kesejahteraan Sosial Setda Pemprov Jabar, Dewi Sartika mengaku ingin memperjuangkan Mama Kudang sebagai pahlawan nasional dari Jawa Barat. Karena figur ulama luar biasa, yang mempunyai peran dalam memperjuangkan Indoensia menghadapi kolonialisme Belanda dan Jepang.

“Dengan keberanian KH Mama Kudang menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan ulama dan masyarakat. Maka kita mendorong beliau bisa menggunakan gelar kepahlawanan dari kalangan ulama,” katanya. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.