Man United Vs Man City, BUKAN TEMBOK BIASA

228
0

MANCHESTER – Pertahanan West Ham, Southampton, dan Huddersfield tak sekokoh seperti Manchester United. Rata-rata, ketiganya hampir kebobolan dua gol ke atas per laga di Premier League musim ini. Bandingkan United yang hanya sembilan kali kebobolan dalam 15 pekan di Premier League.
Nyatanya City membutuhkan waktu sampai menit-menit akhir untuk mengalahkan West Ham, Soton, dan Huddersfield dalam tiga pekan terakhir Premier League. Lalu apa jadinya jika City bertemu United pada derby Manchester ke-25 Premier League-nya di Old Trafford, malam nanti WIB? (Siaran langsung RCTI/ beIN Sports 1 pukul 23.30 WIB)
“Dapatkah kami menghentikan City? Ini derby, dan kami di kandang sendiri, kami bakal mengalahkannya,” koar kiper United David de Gea, pada wawancaranya dengan Thierry Henry dalam program Nissan Match Zone di Sky Sports. De Gea salah satu pemain kunci United yang mampu mengalahkan klub-klub enam besar selain Chelsea dengan permainan bertahannya itu.
De Gea ada di bawah mistar gawang saat United menahan Liverpool 0-0 (14/10), sukses menang atas dua klub London Utara dengan mengalahkan Tottenham Hotspur 1-0 (28/10), plus saat mempecundangi Arsenal 1-3 di Emirates, London, pekan lalu (3/12). “Saat ini kami tengah berada di momentum terbaik dengan memenangi dua laga tandang yang sulit (dari Arsenal, dan Watford). Kami tahu ini laga terpenting kami,” tutur De Gea.
Apalagi, di Old Trafford pertahanan Antonio Valencia dkk lebih solid daripada saat main di kandang lawan. Dari tujuh laga kandangnya, baru satu gol yang menjebol gawang De Gea di Old Trafford. Satu gol yang menjadikan United sebagai tim dengan pertahanan terbaik di dalam laga kandang Premier League-nya.
Selain itu, City pun sulit untuk mengharapkan Fergie Time alias mencetak gol saat menit akhir seperti gaya United ketika era Sir Alex Ferguson. Di Old Trafford hampir setahun gawang United tak pernah kebobolan pada menit-menit akhir. Tepatnya ketika menjamu Sunderland, 26 Desember 2016.
Dengan gayanya tiap kali meredam klub dengan attacking football mengerikan seperti di balik performa The Citizens musim ini, maka permainan bertahan akan jadi opsi Jose Mourinho lagi. Vincent Kompany sudah mengoleksi 46 gol, terganas kedua di bawah Paris Saint-Germain (PSG).
Dalam konferensi persnya di AON Training Complex, Manchester, kemarin WIB (9/12), Mourinho tidak mengiyakan ketika disinggung potensi kembali main bertahan dalam derby kali ini. “Saya tak akan beresiko mengatakan gaya permainan seperti apa yang akan kami tunjukkan besok (malam nanti WIB),” ungkap The Special One, dilansir Manchester Evening News.
Ada pelajaran dari West Ham, Soton, dan Huddersfield untuk The Red Devils. Persempit ruang gerak Raheem Sterling dan Leroy Sane untuk melakukan akselerasi di kedua sayap. Lalu, batasi kreasi passing David Silva dan Kevin De Bruyne di jantung permainan City. Dengan tiga pemain di belakangnya lagi, kedua sayap bisa dibatasi.
Meski sudah menyadari potensi United bermain bertahan, pelatih City Pep Guardiola tak mau terlalu memusingkannya. Dilansir situs resmi City, Guardiola menegaskan bahwa dia tetap meminta pemainnya fokus pada permainannya sendiri, bukan ke permainan United. “Tantangan terbesar adalah memegang kontrol permainan,” sebut Guardiola.
Guardiola ingin mengulangi capainnya musim lalu. Memenangi derby Manchester pada musim pertamanya di Premier League. “Fokus tetap bermain rileks, dan pahami jika Anda tidak mampu mengalahkannya duel satu lawan satu, maka balaslah dengan permainan terbaik,” lanjut Guardiola. (ren)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.