Siap Bubar, Siap Lanjut

Manajemen dan Karyawan PD Pasar Resik Beraudiensi dengan Komisi II

6
AUDIENSI. Jajaran manajemen dan karyawan PD Pasar Resik beraudiensi dengan Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya di ruang Bamus Kamis (11/10).

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

INDIHIANG – Jajaran Direksi dan sejumlah karyawan PD Pasar Resik, Kamis siang (11/10) mendatangi gedung DPRD Kota Tasikmalaya di Jalan RE Martadinata, Indihiang. Mereka meminta penguatan supaya Pemkot segera menentukan kebijakan terkait keberlangsungan PD Pasar Resik: dipertahankan atau dibubarkan.

Direktur PD Pasar Resik Asep Safari Kusaeri mengeluhkan kondisi psikologis karyawan dan warga pasar tidak menentu pasca digantungnya nasib perusahaan daerah tersebut. Tak jarang pihak luar memanfaatkan kondisi itu untuk kepentingan tertentu.

“Psikologis kami galau. Bahkan ada pihak-pihak memanfaatkan kondisi ini. Karena tahu mau bubar, mereka tak mau bayar abonemen atau kewajiban lain sebagainya,” keluh Asep usai audiensi.

Apabila kondisi PD Pasar Resik dibiarkan menggantung terlalu lama, dia khawatir itu menjadi polemik. Nantinya kembali menyudutkan Pemkot.

Akibat ketidakjelasan nasib PD Pasar Resik, kata Asep, kondusivitas karyawannya sudah tidak bisa dibendung. Bahkan mereka sempat akan melakukan unjuk rasa.

“Kami kurang bagaimana mengondusifkan karyawan, harusnya Pemkot cepat merespons dan tidak menggantung nasib PD Pasar Resik,” tegasnya.

Asep mengaku tidak bisa menjamin sampai kapan karyawan masih bisa diberi pengertian terkait kondisi PD Pasar Resik. Apalagi belakangan gaji mereka kerap terlambat dibayarkan lantaran keuangan manajemen semakin sulit.

“Kita tak bisa jamin seperti apa 100 karyawan kami ke depan bagaimana. Ini sudah urusan mata pencaharian. Gaji terlambat. Terkadang kurang,” ceritanya.

Pihaknya tak segan mendesak wali kota jika dalam waktu dekat masih tidak ada kepastian soal nasib PD Pasar Resik. Apalagi, DPRD sampai saat ini belum mengetahui progres analisis Pemkot terkait evaluasi selama 6 bulan sejak awal 2018.

Apabila Pemkot tegas berencana membubarkan, pihaknya siap secara kooperatif mempersiapkan mekanisme pembubarannya. Supaya jaminan terhadap karyawan bisa terpenuhi terkait hak-hak yang harus diberikan pasca berhenti bekerja.

“Regulasi pun tentu harus disiapkan. Kita tidak keberatan bahkan siap membantu. Tapi jangan sampai menzalimi karyawan,” legowonya.

Salah seorang sekuriti PD Pasar Resik Erik Rahman Taufik mengatakan Pemkot seolah tidak melihat nasib masyarakat yang menggantungkan hidup di pasar tradisional. Terutama pegawai yang sejak lama bekerja di pasar.

“Ada karyawan yang sampai mau cerai. Cari sampingan demi bisa bertahan. Direksi sudah berjuang tetapi Pemkot seolah tidak ada tanggapan,” ungkapnya saat audiensi. (igi)

loading...