Manfaat Beas Perelek Bagi Warga Ciamis saat Dilanda Wabah Corona

148
0
SALURKAN. Relawan Inspirasi Rumah Zakat Asep Yana (kiri) menyalurkan beras perelek kepada warga tidak mampu. Foto atas, Relawan Inspirasi Rumah Zakat bersama Relawan Beas Perelek dan jajaran Desa Berdaya Kertajaya Kecamatan Lakbok.

CIAMIS – Beas (beras) Perelek merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Kabupaten Ciamis, umumnya Jawa Barat. Program pengumpulan beras secara sukarela dari warga tersebut sangat bermanfaat.

Relawan Inspirasi Rumah Zakat Asep Yana menjelaskan setiap wilayah di Indonesia memiliki penamaan sendiri untuk aktivitas pengumpulan beas perelek. Misal di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur dikenal “Beras Jimpitan”.

Baca juga : Terimbas Corona, Pemkab Ciamis Ajak Warga Beli Ayam dari Peternak

“Di dalam kegiatan Beas Perelek ada semangat gotong royong yang begitu melekat, di mana budaya ini sudah menjadi jati diri bangsa Indonesia sejak lama,” ujarnya kemarin.

Bagaimana dengan di Ciamis? Di Ciamis, tepatnya di Desa Berdaya Kertajaya Kecamatan Lakbok, masyarakat secara sukarela kembali menghidupkan program Besar Perelek. Pengumpulan beras secara sukarela ini dikumpulkan dari masyarakat mampu. “Kemudian didistribusikan kembali kepada masyarakat yang tidak mampu ataupun kepada masyarakat yang terkena musibah,” jelas Asep kepada Radar, Rabu (8/4) siang.

Relawan Inspirasi Rumah Zakat, kata Asep, bersama tokoh masyarakat bersepakat untuk menghidupkan kembali budaya Beas Perelek. Dengan harapan, pembudayaan kembali Beas Perelek menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Minimal, kata dia, menyelesaikan permasalahan pangan untuk masyarakat miskin di desa berdaya.

Loading...

“Kami bersyukur sekali dalam kegiatan menghidupkan kembali Beas Perelek ini dihadiri oleh Kepala Desa Kertajaya Rosdiana, Babinsa Ketua DKM dan pengurus RT 13/04 Dusun Banjarharjo,” jelasnya.

Kepala Desa Kertajaya Kecamatan Lakbok Kabupaten Ciamis Rosdiana menjelaskan di tengah wabah corona saat ini, program Beas Perelek sangat membantu masyarakat yang tidak mampu dan mengajarkan masyarakat untuk saling berbagi dengan sesamanya. “Yang mampu berbagi kepada yang tidak mampu. Terima kasih juga kepada Rumah Zakat yang telah memfasilitasi kegiatan ini untuk kembali hidup di Desa Kertajaya,” ujarnya.

Baca juga : 20.733 Pemudik Masuk ke Ciamis

“Bersama para relawan Beas Perelek Rumah Zakat, insyaallah kegiatan ini akan terus dijalankan sebagai bentuk kepedulian antar warga di Desa Berdaya Kertajaya,” ujarnya.

Dia berharap program Beas Perelek terus berjalan dan menjadi gerakan bersama untuk memupuk semangat gotong royong masyarakat dan melestarikan kearifan lokal daerah sehingga menjadi warisan berharga bagi anak cucu. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.