Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.6%

7.4%

69.9%

Manfaatkan Situasi Covid-19, Minimarket di Awipari Kota Tasik Beroperasi Tanpa Izin

2743
1
Namun kemarin pertimbangan secara aturan, kami serahkan ke PPNS yang menindaklanjuti rekomendasi tersebut. Itu masuk ranah penyidikan, namun penyidik memberikan semacam kebijakan atau apa. Yang jelas itu tengah di tangani.” Junjun Junaedi Kasi Wasdik Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Tasikmalaya

CIHIDEUNG – Aktivis Mahasiswa Kota Tasikmalaya Fiki Ardiansyah menemukan fakta adanya pelanggaran terjadi di masa Pandemi Covid-19.

Salah satunya minimarket beroperasi tanpa mengantongi izin. Ada pun yang berizin, terjadi pelanggaran pada teknis pembangunannya tidak sesuai rekomendasi izin yang diterbitkan.

Baca juga : Lagi, Densus 88 Geledah Tempat Futsal di Kawalu Kota Tasik, Ini yang Ditemukan..

Menurutnya, saat pihaknya memintai klarifikasi Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya, diakui adanya minimarket di Awipari Kecamatan Cibeureum yang sudah ditegur sampai tiga kali.

Lantaran tidak berizin. “Bahkan sudah direkomendasikan Satpol PP untuk menutup aktivitas tersebut,” tuturnya kepada Radar, Jumat (15/5).

Dia menceritakan saat ini Satpol PP belum melakukan langkah penindakan. Saat ditanyai pun, jawabannya karena pihak pengusaha koperatif dan sedang menempuh perizinan.

Terlebih, saat ini daerah sedang dilanda pandemi. “Mungkin bisa jadi, di masa pandemi ini melanggar peraturan boleh asal kita kooperatif dan memproses perizinan,” selorohnya.

Pihaknya menyimpulkan di masa pandemi, terjadi fenomena kelonggaran dalam penindakan pelanggaran.

Padahal, secara aturan sudah jelas ketika dinas teknis terkait merekomendasikan penutupan harus segera ditindak.

“Kami mensinyalir adanya indikasi permainan, memanfaatkan situasi Covid. Apabila peraturan tidak ditegakkan,” kata Koordinator Aliansi Mahasiswa STAI Tasikmalaya tersebut.

Selain itu, lanjut Fiki, jangankan minimarket tak berizin. Minimarket berizin pun di Cilendek Kecamatan Cibeureum tidak memperhatikan garis sepadan jalan. Dia berharap Pemkot bisa mengevaluasi perizinan yang diterbitkan di masa pandemi ini.

“Kita lihat ada minimarket baru sudah berizin, tetapi nampaknya tidak memperhatikan garis sepadan jalan,” keluh Fiki.

Terpisah, Kepala Seksi Pengawasan dan Penyidikan (Wasdik) Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Tasikmalaya Junjun Junaedi mengakui adanya minimarket tidak berizin dan harus dilaksanakan penutupan.

“Namun kemarin pertimbangan secara aturan, kami serahkan ke PPNS yang menindaklanjuti rekomendasi tersebut. Itu masuk ranah penyidikan, namun penyidik memberikan semacam kebijakan atau apa. Yang jelas itu tengah di tangani,” kata dia.

Pihaknya mengaku sudah memberikan masukan supaya setidaknya minimarket itu harus dieksekusi. Namun, ada pertimbangan lain terutama di masa pandemi sehingga belum dilaksanakan penyegelan.

“Masukan sudah kami sampaikan semua, sebaiknya dari penyidik yang menjelaskan,” kata Junjun.

Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasik­malaya Dede Muharam meminta pengawasan dinas teknis tidak mengendur di tengah pandemi Covid-19.

Sebab, dirinya mendapat laporan ada pendirian minimarket dan beroperasi hampir dua pekan tanpa mengantongi izin.

“Kita dapat laporan dan setelah konfirmasi ke perizinan. Katanya belum menerbitkan izin baru toko modern di Wilayah Cibeureum, dan lagi pelayanan perizinan sejak awal pandemi mulai dihentikan sementara,” kata dia kepada Radar, Selasa (14/4).

Menurutnya, pengusaha pun jangan memanfaatkan situasi. Ketika pemerintah disibukkan penanggulangan Covid-19, memaksa membuka usaha meski belum mengantongi administrasi perizinan.

“Ya kan tidak elok. Di tengah kita dorong ekonomi menengah untuk terus bergerak, pengusaha waralaba seolah memanfaatkan momen,” keluh politisi PKS itu.

Mantan Wakil Ketua Komisi II yang membidangi perekonomian tersebut, sudah menginformasikan terhadap instansi terkait.

Supaya memastikan legalitas usaha minimarket baru, yang mendadak beroperasi.

“Jangan dibiasakan buka dulu baru urus izin. Masyarakat yang bertanya-tanya akan suudzon terhadap pemangku kebijakan apabila ada usaha belum legal dibiarkan,” katanya memaparkan.

Baca juga : Pasien Covid-19 di Kota Tasik tak Terima Dijemput Paksa

Ia berharap Pemkot tidak lengah dalam pengawasan, sebab tidak menutup kemungkinan di titik-titik lain pun berpotensi hal serupa.

“Memanfaatkan situasi ini menjadi ajang cari peruntungan. Kita mendorong Pemkot proaktif dalam pengawasan meski kita ketahui semua pihak sedang fokus penanganan wabah ini,” harap Dede. (igi)

loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.