Mantan Brigjen Polisi : Penembakan Gedung DPR Dilakukan Sniper Profesional, Bukan Peluru Nyasar

62
Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Wenny Warouw

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

JAKARTA – Penembakan Gedung DPR RI ternyata bukan empat seperti yang sudah diketahui sebelumnya. Akan tetapi ada empat lubang peluru yang ditemukan.

Terakhir, lubang bekas peluru juga ditemukan menembus ruangan kerja anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat, Khatibul Imam Wiranu, di lantai 9 Gedung Nusantara I.

Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Wenny Warouw yang sebelumnya juga mengalami hal yang sama pun tak tinggal diam.

Anak buah Prabowo Subianto itu mengaku langsung melakukan penyelidikan sendiri secara diam-diam.

Wenny yang terakhir purnawirawan Polri berpangkat terakhit Brigadir Jendral itu tak percaya begitu saja dengan hasil penyelidikan polisi yang penyebut penembakan itu adalah peluru nyasar.

Sebaliknya, ia meykaini bahwa penembakan itu dilakukan oleh sniper profesional. Karena itu, Wenny diam-diam telah meninjau lapangan tembak Perbakin di kawasan Senayan.

Hal itu sengaja dilakukannya untuk membuktikan teori yang ia yakini sendiri. Bahwa, penembakan tersebut tidak berasal dari lapangan tembak Perbakin.

Demikian diungkap Wenny kepada awak media di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (17/10/2018).

“Saya sengaja tidak bawa kalian (wartawan), nanti ramai kan yang ada,” ungkap Wenny Warouw.

Wenny juga telah menempelkan secarik kertas berwarna merah di jendala ruang kerjanya yang ditembus peluru.

Hasilnya, dari lapangan tembak Perbakin, kertas merah itu sama sekali tak terlihat dari lapangan tembak Perbakin.

“Dari lapangan tembak reaksi itu tidak kelihatan sama sekali,” bebernya.

Salah satu sisi yang sejajar dengan Gedung Nusantara I DPR, lanjutnya, dilindungi tanggul setinggi lebih kurang 2 meter.

Itu juga masih ditambah dengan seng baja setinggi 5 meter dan pohon yang tinggi.

“Kok peluru bisa nembus?” heran dia.

Dari hasil tinjauan yang dilakukannya, disimpulkan peluru tersebut bukanlah berasal dari Lapangan Tembak Perbakin.

“Tidak mungkin di sana (asal tembakan),” tegas dia.

Karena itu, ia meminta pihak kepolisian melakukan uji balistik dan rekonstruksi kejadian, langsung di Lapangan Tembak. Bukan di dalam ruangan.

“Saya minta uji balistik di lapangan jangan di ruangan, sama rekonstruksi orangnya,” tutupnya.

Untuk diketahui, hari ini ditemukan total lima lubang bekas penembakan DPR RI.

Pertama, di ruang kerja anggota Fraksi Gerindra Wenny Warouw dan Bambang dari Fraksi Golkar, Heri Purnama pada Senin (15/102018) kemarin.

Kemduian hari Rabu (17/10/2018) siang, dua lubang peluru kembali didapati.

Yakni di ruang kerja anggota DPR RI yang ditembak tersebut berada di lantai 10, tepatnya ruangan 1008.

Ruangan ini dihuni oleh Anggota DPR Fraksi Partai Demokrat, Vivi Sumantri Jayabaya.

Sedangkan ruangan satunya yang juga jadi sasaran penembakan yakni ruang 2003.

Ruangan ini dihuni oleh Anggota DPR Fraksi PAN, Totok Daryanto.

Terakhir, ditemukan juga lubang bekas peluru di ruangan anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat, Khatibul Imam Wiranu, di lantai 9 Gedung Nusantara I. (ruh/pojoksatu)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.