Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.1%

1.4%

83.5%

5%

0.5%

9.5%
Dua Tersangka Tersandung Kasus Program Rutilahu di Desa Cibeureum tahun 2014

Mantan Kades Balokang Ditahan

2598
0
DITAHAN. Tersangka dugaan korupsi ADD dan program rutilahu dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan Banjar Selasa (5/11). Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
DITAHAN. Tersangka dugaan korupsi ADD dan program rutilahu dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan Banjar Selasa (5/11). Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya

BANJAR – Tiga tersangka dugaan kasus korupsi di Kota Banjar dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banjar Selasa siang (5/11).

Mantan Kepala Desa Balokang OH (63) terjerat kasus penyelewengan anggaran dana desa (ADD) tahun 2017, sedangan dua tersangka lainnya berinisal Ot dan AS tersandung dugaan penyelewengan dana program rumah tidak layak huni (rutilahu) Desa Cibeureum tahun 2014.

Kepala Kejaksaan Negeri Banjar Gunadi SH, MH melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Feri Nopiyanto SH mengatakan kerugian negara pada kasus dugaan penyelewengan ADD tahun 2017 kurang lebih Rp 230 juta.

“Dari 10 kegiatan yang diduga fiktif, bersangkutan (OH) berusaha menyelewengkan anggaran dari program yang berbeda-beda. Seperti kegiatan keagamaan, kesenian dan lainnya,” ujarnya.

Kasus kedua, lanjut Feri, dugaan korupsi program rutilahu di Desa Cibeureum tahun 2014. Tersangkanya yakni Ot (55) dan AS (57).

Ot merupakan bendahara dalam program rutilahu sedangkan AS unit pengelola. Keduanya diduga melakukan penyelewengan dana rutilahu. Modusnya kedua pelaku yakni dengan nota yang dibuat-buat.

Dia menjelaskan program rutilahu bersumber dari Banprov senilai Rp 150 juta. Diperuntukkan bagi 10 KK. Masing-masing KK menerima Rp 15 juta. Namun bantuan tidak dalam bentuk uang, melainkan material senilai Rp 14 juta, administrasi Rp 300.000 dan upah pekerja Rp 700.000.

“Kegiatannya tidak ada atau tidak berjalan, namun anggaran dicairkan atau ada proses pencairan. Total kerugian negara sebesar Rp 30 juta,” jelasnya.

Namun, kata dia, dalam kasus tersebut yang bersangkutan mengaku kerugian Negara muncul karena banyak nota yang hilang.

Feri mengatakan ketiganya akan ditahan mulai kemarin sampai 20 hari ke depan. “Ya kita melakukan penahanan terhadap ketiga tersangka, sambil menunggu proses di pengadilan,” ujarnya.

Sementara itu, mantan Kepala Desa Balokang OH mengenakan jaket kulit coklat dengan topi merah saat dijemput petugas Lapas menggunakan mobil hitam.

“Abi mah pasrah, da tos kieu nasib na. Doakeun we kang sing kuat,” singkat sambil tersenyum dan melambaikan tangan. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.