Mantan Kadis Binamarga Ciamis Meninggal, Diduga Dianiaya

3935
0
radartasikmalaya.com
Jasad mantan Kadis Binamarga Ciamis saat akan dimakamkan. istimewa untuk radartasikmalaya.com

CIAMIS – Mantan Kepala Dinas Binamara Kabupaten Ciamis, Drs Soekanda Mansoer M MM, diduga menjadi korban penganiayaan, hingga meninggal dunia.

Pada tubuh pria kelahiran Bandung 03 Agustus 1955, yang tinggal di Jalan Padasuka No 52 RT 02 / 04 Kelurahan Lengkongsari Kecamatan Kota Tasik ini, ditemukan atau terlihat tanda lebam lebam di sekujur tubuh, seperti bekas pukulan benda keras.

Kronologisnya, menurut adik kandung korban, Gumilar Mulya (53), Kamis (25/9) sekitar pukul 04.30 sebelum shalat subuh kakanya (korban) keluar rumah.

Namun tanpa memberitahukan tujuan ke istrinya, dengan menggunakan sepeda motor Vario.

“Jadi, ketika akan shalat subuh bareng, ternyata kaka saya sudah tidak ada di rumah. Bisanya pukul jam 06.00 suka olah raga atau cari makanan,” ujarnya.

“Saat itu istrinya pun tak punya prasangka apa apa. Positif tingking saja,” jelas Gumilar adik korban  kepada wartawan Selasa (29/09)

Loading...

Sekitar pukul 07.30, kata dia, ada bapak RW ke rumah korban, didampingi seseorang bernama Edi.

Edi ini menceritakan, dia sedang berjalan di kawasan Karangresik berbatasan dengan Ciamis, mendengar teriakan seseorang meminta tolong.

Lokasinya di sehuah Gudang Aspal di Kecamatan Sindangkasih, yang pintunya tidak terkunci.

Sekitar 10 meter dari jalan raya di dalam gudang aspal itu, korban yang tergeletak dekat sepeda motor, sambil teriak meminta tolong.

Lalu Edi mendatangi korban  kedalam gudang.  Edi melihat korban juga dengan luka lebam disekujur tubuhnya, serta meninta tolong untuk mengabari pihak keluarganya di Jalan Padasuka Kota Tasikmalaya.

“Usai mendapat laporan, kaka ipar saya Susi (istri korban) bergegas menuju lokasi,” ujarnya.

Tiba di lokasi, lanjut dia, sang kaka ipar menemukan suaminya dalam kondisi mengenaskan.

“Muka, kepala , kedua tangan dan kedua kakinya luka lebam  seperti bekas pukulan benda tumpul , serta pelipis robek, bahkan sempat bicara ada orang yang mukulin,” ungkap Gumilar.

Mendapati suaminya luka parah, tambah dia, iparnya segera membawa korban ke RS Jasa Kartini dan meninggal saat dalam penanganan medis.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Rizaldy Satria Wibowo SIK menuturkan, mengenai peristiwa yang tanggal 25 September itu, pihaknya sudah menerima laporan dari Polsek Cikoneng.

Dimana awalnya adalah temu mayat. Kemudain pihaknya memerintahkan untuk melakukan otopsi di RS Sartika Asih Bandung.

Tujuannya guna mencari tahu hasil kematian korban Drs Soekanda Mansoer.

“Namun hasil otopsi belum ada, karena harus ada uji kongkrit dari laboratorium,” katanya.

“Hasilnya nanti setelah uji laboratorium, akan keluar hasilnya 14 hari  kedepan dan itu jadi dasar untuk menyimpulkan penyebab kematian korban,” paparnya.

Perihal kondisi jok motornya yang rusak, seperri bekas tusukan, kata kasat, sejauh ini masih dalam pemgembangan Polsek Cikoneng.

“Kami selalu menanyakan progresnya ke Polsek Cikoneng, ya mohon doakan saja semoga ada titik terang. Serta hasil laboratorium segera keluar dan bisa kita simpulkanarahnya kemana nantinya, ” paparnya.

(iman s rahman)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.