Mantan Kadispora Garut Kembali Ditahan Kejaksaan

36
0
DIGIRING. Tim dari Kejaksaan Negeri Garut menggiring mantan Kadispora Garut, Kus, untuk ditahan di Rutan Garut Senin malam (18/1). Yana Taryana / Rakyat Garut
Loading...

TAROGONG KIDUL – Mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Kus, kembali dieksekusi tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut untuk dimasukan ke tahanan.

Sebelumnya, Kus baru lima hari bebas setelah mendapat penangguhan penahanan oleh Pengadilan Tipikor Bandung dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Sarana Olahraga (Sor) Ciateul.

Kus dimasukan lagi ke tahanan Senin malam (18/1) setelah adanya putusan Mahkamah Agung (MA) yang memutus Kus bersalah dalam kasus tindak pidana lingkungan hidup pembangunan bumi perkemahan. Di kasus itu, Kus juga sebagai tersangka.

Baca juga : Bantuan Rumah untuk Korban Bencana di Garut Jadi Percontohan Nasional

“Putusan Mahkamah Agung (MA) itu sudah kami terima sejak Desember lalu, karena kondisi yang ada, kami melaksanakan baru hari ini,” jelas Kepala Kejaksaan Negeri Garut Sugeng Hariyadi kepada wartawan Senin malam (18/1).

loading...

Pihaknya kembali mengeksekusi Kus setelah dinyatakan bersalah dalam kasus dugaan tindak pidana lingkungan hidup yang diputuskan di Pengadilan Negeri Garut. Mahkamah Agung memutuskan Kus bersalah dan harus menjalani hukuman kurungan satu tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 1 bulan penjara.

“Ini perkara beda kasus, dalam hal perkara lingkungan hidup yang disidangkan tahun 2019,” jelasnya.

Dalam perkara ini, kata dia, Pengadilan Negeri Garut memvonis Kus bersalah dengan hukuman penjara satu tahun tiga bulan dan denda Rp 1 miliar atu subsider 1 bulan penjara. Namun, Kus banding ke Pengadilan Tinggi yang memutus vonis dengan hukuman percobaan.

Atas putusan tersebut, pihak Kejaksaan pun mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) hingga putusan MA keluar pada Desember 2020 dengan putusan penjara satu tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 1 bulan penjara.

Sugeng menerangkan, Kus memang sudah menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Garut sejak Juli 2020 dalam dugaan kasus tindak pidana korupsi pembangunan Sarana Olahraga (Sor) Ciateul. Tetapi di tengah proses persidangan, Pengadilan Tipikor Bandung memberi Kus penangguhan penahanan.

Selain Kus, Pengadilan Tipikor Bandung pun memberikan penangguhan penanganan empat terdakwa kasus dugaan korupsi lainnya yang ditangani Kejaksaan Negeri Garut yaitu dua orang kepala desa serta satu orang pemborong serta satu orang pejabat di Dispora Garut.

“Jadi kami tahan Pak Kus ini dalam perkara yang sudah mendapatkan kekuatan hukum tetap dari Mahkamah Agung dalam perkara Bumi Perkemahan,” paparnya. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.