Mantan Mendikbud Jadi Ketua Dewan Pers

55
0
Mohammad Nuh

JAKARTA – Ada wajah lama tapi terasa anyar di Dewan Pers. Sosok satu ini pasti lekat diingatan kita. Mohammad Nuh. Mantan Menteri Pendidikan Nasional era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Selasa (21/5) terpilih menjadi Ketua Dewan Pers Periode 2019-2022 menggantikan Yosep Adi Prasetyo.

Prosesi serah terima jabatan dari Yosep Adi Prasetyo kepada Muhammad Nuh dilakukan berlangsung di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat kemarin (21/5). Sebelumnya, melalui Keputusan Presiden Nomor 33/M tahun 2019, ditetapkan pemberhentian anggota Dewan Pers periode 2016-2019, sekaligus pengangkatan sembilan anggota Dewan Pers periode 2019-2022.

Pemilihan ketua dilakukan oleh sembilan anggota Dewan Pers periode 2019-2022. Sembilan anggota itu adalah dari unsur wartawan (Arif Zulkifli, Hendry Ch Bangun, dan Jamalul Insan), unsur perusahaan pers (Ahmad Djauhar, Agung Darmajaya, dan Asep Setiawan), serta unsur tokoh masyarakat (Agus Sudibyo, Hassanein Rais, dan Mohammad Nuh).

Ketika memberi sambutan, Muhammad Nuh mengatakan dewan pers ingin mendorong media memperkuat fungsi edukasi publik, karena ketika masyarakat sudah tercerahkan maka self sensoring secara otomatis akan terbentuk. “Ketika masyarakat semakin cerdas dan dewasa, mereka tahu berita yang tidak beres, dia sudah punya self sensoring,” kata Mohammad Nuh.

Mohammad Nuh mengatakan ingin memperkuat fungsi pencerahan kepada masyarakat karena saat ini banyak informasi bohong alias hoaks yang berseliweran di tengah masyarakat. Ia meminta media menjadi pencerah informasi tersebut dengan menitikberatkan pada aspek verifikasi. “Karena saat ini berita itu macam-macam, dan pemikiran macam-macam, ada media yang bisa mencerahkan. Itu untuk memperkuat nasionalisme,” kata Mohammad Nuh.

Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) ini juga ingin media memiliki fungsi empowering atau pemberdayaan sehingga fungsi-fungsi yang sudah ada di masyarakat akan semakin diperkuat dengan kehadiran media.

Sementara itu, mantan Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengucapkan selamat bekerja kepada Nuh. “Selamat bekerja Pak Nuh. Tugas dan pengabdian sudah menunggu. Kami berikan support selalu,” ujarnya.

Saat ini, sambung Yosep, media massa harus mampu mengajari publik untuk mengkritisi terhadap kebijakan eksekutif, legislatif yang merugikan publik. Tapi belakangan media sosial justru mengajari publik untuk mengolok-olok (caci maki/hujatan) yang menabrak konstitusi dan bahkan mengoyak kebhinnekaan.

“Ini tugas kita bersama. Dewan Pers telah lama melontarkan peringatan kepada media massa agar tidak terbawa arus olok-olok itu. Dan meminta media massa terkemuka (mainstream) untuk tidak menjadikan media sosial sebagai rujukan,” paparnya. (ful/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.