Marak Galian Pasir di Jalan Mangin, Gabrutas Gugat Pemkot Tasik, DPRD dan ESDM

186
0

KOTA TASIK – Pemerhati Lingkungan Kota Tasikmalaya, Nanang Nurjamil menilai kian hari semakin marak galian pasir yang diduga ilegal di Jalur Mangkubumi-Indihiang (Mangin).

Dewan Pembina Gabungan Barudak Tasikmalaya (Gabrutas) ini mengaku, jika dalam minggu ini tidak ada tindakan apapun dari DPRD dan Pemkot Tasik, pihaknya bakal melakukan aksi unjuk rasa.

“Setelah minggu lalu kami mengadakan audiensi terkait penertiban kegiatan penambangan pasir ilegal, kami akan memgundang beberapa pimpinan ormas atau LSM, tokoh-tokoh masyarakat dan aktivis lingkungan untuk mengadakan aksi demo secara besara-besaran,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com.

“Setelah itu kami akan mengajukan gugatan hukum ke Pemkot Tasikmalaya, Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat dan DPRD Kota Tasilmalaya serta pihak-pihak terkait, sesuai dengan ketentuan pasal pasal dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH), sanksi bagi para perusak lingkungan dan pengambil kebijakan yang membiarkan terjadinya kerusakan,” terangnya.

Padahal, tegas dia, mereka memiliki tanggungjawab untuk mengendalikan sesuai Tupoksi dan kewenangannya itu sangat berat.

“Jika dalam minggu ini setelah kami melakukan audiensi dari para pihak terkait tidak ada tindakan, maka sesuai dengan komitmen yang telah kami sampaikan, kami akan menempuh jalur hukum,” tegasnya.

Sebab, tambah dia, masyrakat sudah semakin resah melihat lingkungannya terus diekspitasi.

“Sementara DPRD dan pemerintah lamban dalam melakukan tindakan. Saat ini kami akan melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan beberapa pimpinan ormas atau LSM dan para tokoh masyarakat aktivis pemerhati lingkungan,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kota Tasik, Bagas Suryono menuturkan, soal galian pasir ini sepenuhnya adalah kewenangan pihak ESDM Provinsi Jawa Barat.

“Dan harus mereka (ESDM, red) yang melaporkan hal ini ke aparat penegak hukum. Apalagi galian pasir di Kota Tasik ini hanya ada 2 perusahaan yang punya izin resminya,” tuturnya.

Maka, tukas dia, secara jelas ketegasan dalam penanganan masalah galian pasir di Mangin kuncinya ada di ESDM yang melaporkan ke aparat penegak hukum.

“Dalam hal ini memang ada dilema. Karena yang ilegal pun memberdayakan masyarakat sekitar lokasi, apalagi yang legal. Tapi ya ini ekses dari dibukanya Jalan Mangin karena malah banyak digunakan lalu lintas trus pasir itu,” tukasnya.

(rezza rizaldi / radartasikmalaya.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.