Marak ODP Corona, 39 RT di Cisayong Kabupaten Tasik Blokir Akses Keluar Masuk

1072
0

KABUPATEN TASIK – Membludaknya pemudik dari zona merah virus corona, membuat 39 RT di Desa Cisayong Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasik, memblokir atau karantina wilayahnya masing-masing, Rabu (01/04) siang.

Tercatat ada 130 orang warga pemudik yang masuk dan terdaftar sebagai Orang dalam Pengawasan (ODP).

Seluruh akses masuk menuju perkampungan ditutup dan dijaga ketat oleh warga, yang sudah ditugaskan oleh ketua RT masing-masing kampung.

Baca juga : ODP Meningkat, Pemkab Tasik Siapkan Rp100 M untuk Tangani Covid-19

Warga yang akan keluar atau masuk ke wilayah Desa Cisayong, wajib lapor kepada petugas piket bergilir.

Ketua RW setempat, Acep (42) mengatakan, warga yang diizinkan keluar hanya yang dianggap penting, seperti yang akan belanja atau bekerja.

Sedangkan jika ada tamu yang akan masuk hanya sekedar bertamu atau berkunjung biasa, petugas akan meminta balik arah.

Loading...

“Karantina kampung ini kami lakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran wabah Virus Corona, seiring meningkatnya jumlah ODP akibat membludaknya pemudik yang pulang kampung dari zona merah,” kata Acep kepada wartawan, Selasa (1/04) malam.

Kepala Desa Cisayong, Yudi Cahyudin mengatakan, karantina kampung yang dilakukan warga sebanyak 39 RT ini sengaja dilakukan selain upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Termasuk untuk memudahkan pendataan warga yang masuk atau yang pulang kampung ke wilayah Desa Cisayong.

“Karantina ini tujuannya, biar teregister biar terdata dengan baik, ter akurasi ketika orang yang datang dari zona merah yang sudah ditetapkan pemerintah pusat ini masuk ke daerah kami. Walaupun dia (pemudik) orang sini pulang dari luar kota, tetap harus di data oleh RT dan RW,” tutur Yudi, di Kantor Desa Cisayong.

Yudi menambahkan, hingga saat ini, sudah ada 130 warga Desa Cisayong yang dinyatakan Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Mereka datang dari wilayah yang statusnya zona merah, hal ini menjadi kekhawatiran pihak pemerintah desa. Sehingga secara terpaksa melakukan karantina kampung.

“Kami, Pemerintah Desa Cisayong sudah mendata melalui RT RW, ada 130 orang dari luar kota yang masuk ke daerah Cisayong. Ini angka sangat fantastis, menjadikan kami khawatir,” pungkasnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.