Ma’ruf Sampaikan Visi Misi: Negara Hadir Atasi Segala Permasalahan, Keluarkan Tiga Kartu

21

Calon Wakil Presiden Nomor urut 01 Ma’ruf Amin memaparkan visi misi dalam acara debat cawapres di Hotel Sultan Jakarta, Minggu (17/3/2019).

Jika terpilih, dirinya bersama Jokowi akan meluncurkan tiga kartu baru, yaitu Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Sembako Murah, Kartu Pra Kerja.

Ma’ruf bahwa saat ini negara telah hadir untuk mengatasi segala permasalahan di bidang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, serta sosial dan kebudayaan.

“Kami akan mengeluarkan tiga kartu ini supaya anak bisa kuliah ibu-ibu bisa berbelanja dengan murah, supaya mudah untuk mendapatkan kerja,” kata Ma’ruf sembari menunjukkan tiga kartu itu.

Ma’ruf juga mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan tempat latihan dan tempat kursus secara gratis agar tenaga siap kerja tersedia.

Berikut daftar lengkap visi misi Jokowi – Maruf Amin bidang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan kebudayaan.

Kemajuan Budaya yang Mencerminkan Kepribadian Bangsa

  1. Negara berkewajiban untuk memajukan Kebudayaan Nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dan menjadikan kebudayaan sebagai investasi untuk membangun masa depan dan peradaban bangsa demi terwujudnya tujuan nasional.
  2. Manusia Indonesia yang ingin kita bangun bukan hanya manusia yang produktif, unggul, dan berdaya saing, tapi juga manusia Indonesia yang berkarakter dan memiliki kepribadian bangsa sesuai dengan Pancasila, berakhlak mulia, dan memegang teguh Bhinneka Tunggal Ika.

Pembinaan Ideologi Pancasila

  1. Nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila menjadi cita-cita normatif di dalam penyelenggaraan negara. Kita ingin Pancasila menjadi ideologi yang bekerja, yang dapat diimplementasikan dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.
  2. Pembinaan Ideologi Pancasila dilakukan dalam kerangka sistem dengan metode yang lebih sesuai dengan kebutuhan generasi muda.
  3. Mengoptimalkan peran dan fungsi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.
  4. Menerapkan standardisasi materi dan metode pembelajaran Pancasila dalam sistem pendidikan dan pelatihan yang direkomendasikan BPIP.
  5. Mengevaluasi dan membaharui peraturan perundangundangan yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.

Revitalisasi Revolusi Mental

  1. Perubahan mental karakter bangsa dari mental karakter yang negatif ke mental karakter yang positif harus menjadi strategi pembangunan manusia dan kebudayaan yang terus-menerus diinternalisasi dalam sistem pembangunan, sehingga menjadi sistemik serta mengalami pembudayaan dalam perilaku seharihari.
  2. Revolusi Mental dalam sistem pendidikan, dengan menekankan nilai-nilai integritas, etos kerja, gotong royong, dan budi pekerti dalam pembelajaran.
  3. Revolusi Mental dalam tata kelola pemerintahan dengan pembudayaan nilai-nilai transparansi dan akuntabilitas.
  4. Revolusi Mental dalam sistem sosial dengan pembudayaan nilai-nilai luhur bangsa dalam institusi keluarga dan interaksi antarwarga.

Restorasi Toleransi dan Kerukunan Sosial

  1. Perbedaan dalam kemajemukan bukan menjadi sumber masalah jika diikat oleh Ketunggal-ikaan, sebagai sesama saudara sebangsa setanah air. Untuk itu, semangat toleransi, kerukunan, dan persaudaraan perlu ditumbuhkan.
  2. Memperkuat moderasi (Wasathiyyah) sebagai karakter beragama bangsa Indonesia.
  3. Memperkuat modal sosial yang hidup dalam masyarakat, yaitu menumbuhkan semangat gotong royong, musyawarah, dan kebhinekaan.
  4. Memperkuat Forum Kerukunan Umat Beragama sebagai penjaga toleransi dan mediator masalah antaragama.
  5. Meningkatkan kesetiakawanan sosial antarwarga dalam menyelesaikan masalah-masalah bersama, serta dalam penanganan bencana.

Mengembangkan Pemajuan Seni-Budaya

  1. Seni budaya adalah DNA bangsa Indonesia. Keberagaman kebudayaan daerah merupakan kekayaan dan identitas bangsa yang sangat diperlukan untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah dinamika perkembangan dunia.
  2. Melaksanakan secara konsisten langkah strategis pemajuan kebudayaan melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan.
  3. Pengarusutamaan kebudayaan melalui pendidikan untuk mencapai tujuan pemajuan kebudayaan.
  4. Menghidupkan dan menjaga ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan, di antaranya dengan diselenggarakannya Jambore Budaya.
  5. Tata kelola kebudayaan yang terintegrasi dan terencana.
  6. Merevitalisasi dan meningkatkan pembangunan pusat kebudayaan, museum, dan warisan budaya di daerahdaerah.
  7. Pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan untuk kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan pariwisata budaya dan industri kreatif.
  8. Meneruskan pemajuan musik Indonesia melalui perlindungan hak cipta, sistem pendataan terpadu, peningkatan apresiasi dan literasi musik dalam pendidikan, meningkatkan kesejahteraan musisi, maupun penyiapan infrastruktur pendukung.
  9. Fasilitasi pemajuan film Indonesia dari sisi pembiayaan, infrastruktur pendukung, perlindungan hak-hak pekerja, maupun peningkatan apresiasi masyarakat pada film Indonesia.

Meningkatkan Kepeloporan Pemuda dalam Pemajuan Kebudayaan

  1. Pemuda, terutama generasi milenial, memiliki peran yang sangat penting dalam pemajuan kebudayaan. Selain itu, pemuda menjadi penentu masa depan bangsa untuk menuju Indonesia Maju.
  2. Memfasilitasi ruang-ruang kreasi bagi pemuda yang positif, produktif, dan kreatif, di berbagai bidang, seperti di bidang kuliner, musik, fashion, travel, seni, science-robotik, dan bidang-bidang lain yang digemari anak muda.
  3. Memfasilitasi tumbuhnya ekonomi kreatif anak muda yang kemudian dapat menjadi sumber penghasilan, seperti YouTuber, fashion stylist, gamer, dan lain sebagainya.
  4. Memfasilitasi keterlibatan anak muda dalam bidang pelestarian lingkungan hidup, seperti komunitas pencinta alam, komunitas peduli sampah, komunitas pencinta hewan, dan sebagainya.
  5. Memberi kemudahan terhadap kegiatan kemanusiaan yang dilakukan secara digital seperti model crowdfunding/urun dana – penggalangan dana kemanusiaan melalui platform digital.
  6. Memfasilitasi peningkatan prestasi pemuda di bidang olahraga, seperti dalam cabang sepak bola, bulutangkis, basket, atletik, dan lainnya.
  7. Melanjutkan upaya untuk menumbuhkan rasa toleransi yang kuat di kalangan muda sejak dini, melalui revitalisasi kegiatan kebersamaan lintas budaya, lintas suku, dan lintas agama.
  8. Meningkatkan pencegahan bahaya kekerasan, bullying/perisakan, termasuk online bullying/perisakan daring, dan lainnya.
  9. Meneruskan gerakan literasi digital untuk mencegah penyebaran konten negatif serta pemanfaatan internet untuk hal-hal yang produktif.
  10. Melindungi segenap generasi muda dari bahaya penyalahgunaan napza, minuman keras, penyebaran

Peningkatan Kualitas Manusia Indonesia

Setelah tahapan besar percepatan pembangunan infrastruktur, tahapan besar berikutnya kita akan fokus pada investasi peningkatan kualitas manusia Indonesia yang maju, unggul, dan sejahtera.

Mengembangkan Sistem Jaminan Gizi dan Tumbuh Kembang Anak

  1. Stunting atau gagal tumbuh merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia serta ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa. Oleh karena itu, kita akan menurunkan angka stunting dengan menjamin bahwa setiap anak Indonesia bisa tumbuh kembang dengan baik.
  2. Mempercepat pemberian jaminan asupan gizi sejak dalam kandungan.
  3. Memperbaiki pola asuh keluarga.
  4. Memperbaiki fasilitas air bersih dan sanitasi lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Mengembangkan Reformasi Sistem Kesehatan

  1. Setiap manusia Indonesia harus sehat sehingga bisa mengembangkan diri sesuai potensinya serta menjadi lebih produktif. Oleh karena itu, kita akan fokus pada investasi manusia di bidang kesehatan.
  2. Memperkuat program promotif dan preventif dengan pembudayaan gerakan hidup sehat dalam masyarakat serta peningkatan pengawasan kualitas obat dan makanan yang dikonsumsi masyarakat.
  3. Percepatan pemerataan pembangunan infrastruktur dasar, terutama SPAM dan perbaikan sanitasi, seperti tiap rumah tangga memiliki jamban, untuk meningkatkan kualitas hidup sehat.
  4. Meningkatkan akses warga miskin di seluruh pelosok tanah air untuk mendapatkan bantuan kesehatan (PBI JKN-KIS).
  5. Meningkatkan efektivitas program JKN-KIS melalui percepatan peningkatan kepesertaan JKN-KIS serta peningkatan kualitas layanan kesehatan program JKN-KIS.
  6. Mempercepat pemerataan fasilitas dan kualitas pelayanan kesehatan, termasuk di desa-desa dan wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) dengan skema DAK Fisik.
  7. Mempercepat upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).
Mengembangkan Reformasi Sistem Pendidikan
  1. Investasi SDM di bidang pendidikan akan diarahkan untuk meningkatkan akses, keadilan, dan pemerataan kualitas pendidikan yang dikuatkan oleh ekosistem pendidikan yang mencakup keluarga, masyarakat, dan sekolah. Oleh karena itu, fokus reformasi di bidang pendidikan.
  2. Mempercepat pelaksanaan wajib belajar 12 tahun.
  3. Mempercepat pemerataan penyediaan sarana-prasarana pendidikan dan infrastruktur pendukungnya di seluruh wilayah Indonesia, terutama di wilayah-wilayah yang infrastruktur pendidikannya masih kurang.
  4. Meningkatkan akses warga miskin untuk mendapatkan bantuan pendidikan (Program Indonesia Pintar).
  5. Memperluas beasiswa afirmasi dengan memberikan kesempatan mahasiswa-mahasiswa miskin, di wilayah 3T, santri dan siswa lembaga-lembaga pendidikan keagamaan, untuk memperoleh beasiswa pendidikan (Bidik Misi maupun LPDP), serta memperluas akses mahasiswa mendapatkan pinjaman dana pendidikan dari perbankan.
  6. Mempercepat pemerataan kualitas pendidikan dengan peningkatan standar pendidikan, BOS berdasarkan kinerja, pemerataan sebaran, kualitas, dan peningkatan kesejahteraan guru/dosen dan Tenaga Kependidikan, termasuk percepatan penyetaraan pendidikan bagi pesantren, dayah, dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya sejajar dengan sekolah umum.
  7. Mendukung peningkatan fasilitas dan kualitas pendidikan di Madrasah, Pondok Pesantren, dan lembaga pendidikan keagamaan sebagai salah satu pelaku utama dalam pendidikan karakter bangsa.
  8. Meningkatkan pendidikan mental karakter bangsa melalui penanaman nilai-nilai Pancasila, nilai-nilai agama sebagai nilai luhur dalam berbangsa-bernegara, nilai-nilai budi pekerti, dengan metode pembelajaran yang inovatif.
  9. Mempercepat gerakan literasi masyarakat dengan memperbanyak perpustakaan dan taman-taman baca, serta pemberian insentif bagi industri perbukuan nasional.

Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi

  1. Untuk menyiapkan SDM yang terampil diperlukan revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri dan perkembangan teknologi. Pada empat tahun terakhir, telah dilakukan langkah-langkah perombakan dan perbaikan terhadap sistem pendidikan dan pelatihan vokasi.
  2. Meneruskan revitalisasi pendidikan vokasi untuk peningkatan kualifikasi SDM dalam menghadapi dunia kerja, baik Sekolah Menengah Kejuruan dan Politeknik.
  3. Meneruskan revitalisasi pelatihan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri dan perkembangan teknologi.
  4. Memperluas akses buruh untuk mendapatkan dana/beasiswa untuk meningkatkan pendidikan dan keterampilan.
  5. Memperkuat pelatihan vokasi kewirausahaan bagi para santri.

Menumbuhkan Kewirausahaan

  1. Bonus demografi dan hadirnya Revolusi Industri 4.0 harus dihadapi dengan menumbuhkan wirausahawan-wirausahawan baru terutama dari kalangan generasi muda/milenial.
  2. Mempercepat tumbuhnya wirausahawan muda dengan penyediaan fasilitas pendidikan dan pelatihan kewirausahaan yang melibatkan komunitas pendidikan dan sektor ekonomi kreatif.
  3. Mempercepat tumbuhnya Santripreneur melalui kemitraan pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan yang sejenis, dengan dunia kerja.
  4. Mempercepat tumbuhnya wirausahawan sosial dengan pemberian insentif bagi kegiatan wirausaha sosial.
  5. Mendorong/memfasilitasi jenis-jenis usaha dan pekerjaan baru dengan regulasi yang lebih adaptif.
  6. Memberikan jaminan kemudahan berusaha serta memperbanyak penyediaan fasilitas untuk belajar dan kerja bersama (coworking space) dan memfasilitasi akses pada internet di tempat-tempat umum.
  7. Meningkatkan akses permodalan bagi wirausahawan baru dengan menggunakan model pembiayaan non-konvensional sehingga memudahkan wirausahawan baru yang tidak memiliki aset.
  8. Memfasilitasi perkembangan usaha rintisan dengan mengembangkan inkubator untuk mendampingi dan memfasilitasi, yang didukung oleh dunia usaha, BUMN, kampus, dan komunitas, maupun angel investor.
  9. Mendorong berkembangnya market place yang berorientasi ekspor.

(*/Radar Cirebon)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.