Masa AKB, Kasus Positif Covid-19 di Kota Tasik Tambah 1 dari Luar Daerah

2684
0

KOTA TASIK – Masa pandemi Covid-19 di Kota Tasik memasuki pertengahan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) menuju New Normal. Kasus positif Covid pun sempat melandai selama sepekan lebih.

Namun, Sabtu (04/07), jumlah pasien positif Covid di Kota Tasik mulai ada penambahan 1 pasien.

Informasi dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid, total kasus positif Covid pun menjadi 51 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tasik, Uus Supangat membenarkan adanya penambahan kasus positif tersebut.

Kata dia penambahan positif ini diketahui pihaknya setelah pasien tersebut melakukan test PCR.

“Ada kasus baru. Satu kasus hasil test PCR positif. Dan ini kebetulan Kartu Tanda Penduduk (KTP)-nya bukan tinggal di Kota Tasik tapi dari luar Kota Tasik,” ujar Uus kepada radartasikmalaya.com, Minggu (05/07) pagi.

Terang dia, hal ini tentunya harus jadi perhatian masyarakat. Karena 2 kasus penambahan positif Covid ini selama sebulan ini berasal dari luar Kota Tasik yang kebetulan pasien itu sedang di Kota Tasik.

“Ini harus kita waspadai, banyak orang Kota Tasik yang tinggal di Jakarta, dan sebaliknya orang Jakarta banyak melakukan urusan di Kota Tasik,” terangnya.

“Dan memang ini dari 2 kasus terakhir tinggalnya memang di luar Kota Tasik. Bahkan ada yang di luar pulau Jawa. Karena pas sakitnya sedang di Kota Tasik, maka kita harus tetap melakukan pelayanan terbaik dan tak serta merta mengembalikan ke daerah asalnya,” sambungnya.

Meski demikian, pihaknya harus tetap merawat pasien tersebut dan tak memulangkannya ke asal tempat tinggal mereka sesuai KTP-nya. Karena khawatir kalau dipulangkan bisa menular kemana-mana.

“Maka kita rawat di sini hingga memungkinkan kita pulangkan. Kalau dipulangkan dalam kondisi PCR positif itu sangat riskan. Takutnya selama perjalanan bisa menularkan kemana-mana,” terangnya.

Akibat penambahan kasus positif ini bisa membuat zonasi Kota Tasik di masa pandemi Covid sudah masuk zona biru bisa turun ke zona kuning.

Namun Uus tak berharap hal itu terjadi. Tapi, penentu penilaian zonasi ini ada di tangan Pemprov Jawa Barat dan pemerintah pusat.

“Kasus ini bisa berdampak terhadap status zona pandemi Covid di Kota Tasik. Karena indikatornya adalah PCR positif. Dengan adanya penambahan PCR positif ini tentu akan berpengaruh,” tambahnya.

Jelas Uus, zonasi pandemi Covid ini menjadi penentu apakah Kota Tasik masuk AKB, New Normal, atau kembali ke Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Namun Uus tetap berharap Kota Tasik tetap bertahan di zona biru walaupun ada penambahan kasus positif.

“Kalau kita sebutkan zona warna kan ada hitam, merah, kuning, biru dan hijau. Alhamdulillah kan Kota Tasik ini biru. Nah kalau ada PCR positif nambah, bisa saja nanti turun ke kuning. Tapi ini jadi perhatian kita bersama,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.