Masa Belajar di Rumah Siswa Kabupaten Tasik Sampai 20 Juni

245
0
istimewa BELAJAR. Masa belajar di rumah untuk pelajar di Kabupaten Tasikmalaya diperpanjang hingga 20 Juni 2020. Orang tua diharapkan bisa memantau pembelajaran daring siswa selama di rumah.

TASIK – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memperpanjang masa belajar di rumah untuk PAUD/RA, SD/MI, SMP/MTs sederajat serta SKB/PKBM sampai dengan tanggal 20 Juni 2020.

Adapun pada 22 Juni-11 Juli 2020 merupakan masa libur akhir tahun pelajaran.

“Hal itu menindaklanjuti surat edaran Bupati Tasikmalaya nomor 400/788-Disdikbud/2020 tentang perpanjangan pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya,” ujar Plt Kabid PAUD Dikmas Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Sera Sani Verana MPd kepada Radar, Kamis (11/6).

Baca juga : Di Ciawi Tasik, Rumah 5×2 Meter Dihuni 8 Jiwa

Kata Sera, peserta didik dan guru dapat memanfaatkan internet untuk melakukan proses belajar mengajar.

Di sisi lain, orang tua berperan untuk mengawasi anak-anaknya selama pembelajaran jarak jauh.

Ia mengatakan, belajar di rumah artinya bukan diliburkan, karena sekolah diwajibkan memberi materi pembelajaran jarak jauh (Learning From Home), agar anak didik tetap dapat belajar di rumah atau melaksanakan pembelajaran mandiri dengan sistem online.

Pihak sekolah juga dapat memanfaatkan aplikasi berbasis IT untuk menunjang sistem pembelajaran tersebut.

Selama dirumahkan, orang tua diharapkan memberi bimbingan dan pengajaran kepada anaknya terkait bahaya, serta langkah antisipasi penularan Covid-19.

Orang tua dilarang membawa dan membiarkan anak keluar rumah, kecuali untuk keperluan yang penting dan mendesak, terapkan physical dan social distancing.

Sera juga meminta agar seluruh jajaran pengurus sekolah untuk terus menjalin komunikasi yang baik antara siswa dan wali murid.

Baca juga : Pasar di Kabupaten Tasik tak Tersentuh Dana Covid-19

Dalam masa pandemi ini, dirinya berharap proses belajar mengajar dari rumah dapat terus berjalan dengan baik sehingga siswa mendapatkan materi pembelajaran yang sesuai.

“Disini membutuhkan peran antara guru, siswa dan orang tua siswa. Jadi kita berharap semua bisa ikut bekerja sama dalam melaksanakan PBM ditengah penyebaran virus Covid-19,” ucapnya. (obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.