Masa Pandemi, Kegiatan Kober Al Musri Pangandaran Tetap Berjalan

81
0
BERMAIN. Guru Kober Al Musri melakukan kunjungan ke rumah peserta didik. Mereka memberikan panduan kepada orang tua agar bisa mengarahkan anak-anaknya belajar dan bermain.
BERMAIN. Guru Kober Al Musri melakukan kunjungan ke rumah peserta didik. Mereka memberikan panduan kepada orang tua agar bisa mengarahkan anak-anaknya belajar dan bermain.

PANGANDARAN – Guru Kelompok Bermain (Kober) Al Musri tetap melakukan panduan belajar di rumah kepada peserta didik di tengah pandemi Covid-19. Kegiatan belajar di rumah dilaksanakan setiap dua minggu sekali.

Guru Kober Al Musri Yuyum Kusmayati mengatakan guru mengunjungi rumah peserta didik secara langsung. “Para peserta didik didampingi langsung oleh orang tua mereka. Kita juga memberikan panduan kepada orang tua agar mengarahkan anak-anaknya untuk melakukan kegiatan yang membangun perkembangan anak,” ujarnya Senin (3/8).

Dia mengatakan kunjungan ke rumah peserta didik dilakukan agar tidak memberikan beban kepada orang tua. “Jika dilakukan secara virtual, para orang tua akan terbebani untuk membeli hape dan sebagainya, jadi kita datangi dan arahkan secara langsung ke rumahnya,” jelasnya.

Media yang digunakan untuk bermain pun tidak harus dibeli orang tua. Cukup menggunakan alat seadaanya. “Kita arahkan juga kepada orang tua agar fleksibel mengatur kegiatan bermain anak, jadi jika ada waktu luang baru bisa dilaksanakan,” katanya.

Baca juga : Masih Banyak Warga Pangandaran tak Pake Masker

Menurut Yuyum pihaknya lebih menekankan kepada orang tua agar tidak menggunakan pensil dan kertas sebagai media bermain anak.”Sebagai penerapan protokol kesehatan,” jelasnya.

Saat ini, kata dia, total ada 56 siswa Kober Al-Musri. Di masa pandemi, mereka dibagi per 13 kelompok. Satu kelompok rata-rata lima anak. “Kita kunjungan setiap dua minggu sekali, yang paling jauh ke daerah Kalipucang,” tuturnya.

Pengelola Kober Al Musri Dra Nur Endang Untari mengatakan kegiatan belajar dan bermain anak harus tetap dilakukan selama pandemi corona. “Karena proses tumbuh kembang anak jangan sampai stagnan, harus terus berkembang,” ujarnya.

Ia mengatakan kegiatan belajar dan bermain anak sempat terhenti beberapa saat karena pandemi Covid-19. “Kini sudah dimulai lagi, tentunya dengan protokol kesehatan,” katanya. (den)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.