Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.1%

19.7%

8.1%

68.1%

Masa Pemeliharaan, Situs Buaya Putih di Kota Banjar Rusak

154
0
RUSAK LAGI. Salah seorang anggota TNI mengecek kondisi Situ Buaya Putih Selasa (5/5). Beberapa fasilitas di lokasi itu kini rusak.
RUSAK LAGI. Salah seorang anggota TNI mengecek kondisi Situ Buaya Putih Selasa (5/5). Beberapa fasilitas di lokasi itu kini rusak.

BANJAR – Revitalisasi Situ Buaya Putih di Kecamatan Purwaharja, tepatnya di markas Yonif Raider 323/Buaya Putih Kostrad tidak sesuai dengan harapan.

Beberapa sarana di lokasi itu, seperti tembok penahan tebing dan paving blok sudah rusak, padahal masih dalam masa pemeliharaan.

“Awalnya kami mengusulkan bantuan untuk dibangun sarana atau revitalisasi situ atau danau ini kepada BBWS, akhirnya usulan kami direalisasikan. Tapi setelah selesai pembangunan dan masuk masa pemeliharaan, banyak sarana yang rusak. Selain itu kondisi danau juga tidak diurus oleh pihak ketiga,” kata Danyonif Raider 323/BP Kostrad Mayor Inf Afriandy Bayu Laksono SSos, MIPol melalui Pasi Intel Raider 323/Buaya Putih Lettu Inf Muhammad Fikri ST (Han) Selasa (5/5).

Kata dia, dalam tahap perencanaan, di Situ Buaya Putih akan dibangun jogging track, taman dan tembok penahan tebing (TPT) dan beberapa sarana bangunan lainnya.

Pihaknya mengaku tidak akan menerima penyerahan bantuan revitalisasi jika kondisinya masih seperti itu, dibiarkan rusak.

“Meskipun sifatnya bantuan, namun tetap harus memperhatikan estetika pekerjaan. Sebuah pekerjaan harus diselesaikan dengan baik. Jangan diserahterimakan kalau kondisinya jauh dari perencanaan,” ujarnya.

Dia menambahkan Situ Buaya Putih dapat bantuan untuk revitalisasi tahun 2019 dan selesai sekitar Desember pada tahun yang sama. Harusnya, lanjut dia, saat ini masih masa pemeliharaan.

“Beberapa kali kita sampaikan tentang kerusakan ini kepada pihak BBWS, juga kepada pihak ketiganya. Dua kali diperbaiki, tapi kondisinya rusak lagi,” kata Fikri.

Dia menyebut beberapa fasilitas yang rusak seperti paving blok jalannya ambrol, beberapa titik air erosi dan menggerus tanah, kemudian jembatan kecil ambrol, taman asri dipenuhi rumput liar.

“Kami sudah berupaya terus menyampaikan kondisi ini kepada pihak ketiga, tapi tanggapannya selalu normatif,” ungkapnya.

Ia berharap revitalisasi sesuai rencana. Sebab kedepannya lokasi tersebut akan dimanfaatkan untuk lokasi edukasi bagi masyarakat.

“Kami inginnya sesuai dengan perencanaan yang ada,” tegasnya.

Sementara itu dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Direktur CV Mahkota Alam Jaya, Erwin, mengaku akan segera memperbaiki kerusakan. Ia juga tak menampik jika saat ini proyek senilai Rp 1,6 miliar itu dalam tahap pemeliharaan.

“Secepatnya akan saya koordinasi lagi, nanti kita cek kerusakan dan kita perbaiki. Saya lupa waktu pengerjaannya dan pagu anggarannya, intinya kami akan koordinasi nanti,” kata pelaksana proyek revitalisasi Situ Buaya Putih itu kemarin.

Sementara itu, Ikin, pihak penyedia jasa juga mengaku akan segera mengurus kerusakan yang ada. Ia mengatakan sudah dua kali memperbaiki kerusakan. Namun ia tak mengetahui jika ada kerusakan lagi situ tersebut.

“Paving bloknya akan kita perbaiki, kebetulan kan tidak pakai pengerasan saat itu musim kemarau. Sekarang masuk musim hujan, jadi timbunan tanahnya tergerus air. Saya sudah menyuruh tukang untuk memperbaiki, sudah tiga kali. Itu terakhir diperbaiki dua atau tiga minggu ke belakang lah,” kata dia. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.