PD Pasar Resik Harus Optimalkan Usaha untuk Pesangon

Masa Transisi Pembubaran Diperpanjang

31
FINALISASI. Pansus Raperda Pembubaran PD Pasar Resik membahas susunan perda sebelum disosialisasikan ke fraksi-fraksi DPRD Kota Tasikmalaya, Jumat (15/2).Firgiawan / Radar Tasikmalaya

INDIHIANG – Masa transisi pembubaran Perusahaan Daerah (PD) Pasar Resik diperpanjang. Dari semula selama enam bulan, menjadi satu tahun. Selama masa transisi, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu diminta mengoptimalkan usahanya untuk membayar pesangon para karyawan.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pembubaran PD Pasar Resik H Tatang Multiara menyebut seluruh pasal dalam regulasi pembubaran perusahaan berpelat merah tersebut sudah klir. Hanya saja, yang menjadi kehati-hatian sehingga mengalami kemunduran jadwal, yakni pasal berkenaan pembayaran sejumlah kewajiban PD Pasar Resik. “Kita sepakati terkait pasal tersebut supaya kewajiban PD Pasar Resik tidak dibebankan ke pemkot melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” tuturnya usai menghadiri rapat finalisasi Raperda Pembubaran PD Pasar Resik di ruang rapat paripurna, Jumat (15/2).

Masa transisi yang semula diberikan waktu selama enam bulan juga diperpanjang menjadi satu tahun. Dalam masa peralihan tersebut, PD Pasar Resik harus mengoptimalkan usaha untuk menutupi kewajiban yang harus dipenuhi, salah satunya pesangon karyawan. “Silakan PD Pasar Resik mengoptimalkan usahanya untuk menutupi kewajiban-kewajiban sebelum nanti dibubarkan,” ujar Tatang.

Dalam waktu dekat, pansus akan menyosialisasikan raperda tersebut ke fraksi-fraksi di DPRD. Setelah disepakati fraksi, pihaknya akan merapatkan kembali di Badan Musyawarah (Banmus) untuk penjadwalan rapat paripurnanya. “Kita tinggal tunggu jadwal dari Banmus bisa diparipurnakan atau tidak. Sebab, kita alot itu saat ada pasal kewajiban PD Pasar Resik ditanggung APBD, jadi sekarang di Bab 5 Pasal 1 Poin 5, tidak dibenarkan pemkot menanggung kewajiban PD Pasar Resik dibebankan ke pemkot. Kemarin, rapat terakhir itu rebut-tawarnya di sana,” ucap Tatang.

Terkait bagaimana nantinya pembayaran kewajiban terhadap pihak-pihak lain termasuk pesangon karyawan, Tatang mempersilakan pemkot maupun PD Pasar Resik mengatur hal teknisnya. “Pada dasarnya DPRD meminta solusi itu tidak melabrak aturan yang ada dalam melaksanakan tahapan pembubaran,” kata politisi PPP itu.

Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Jeni Jayusman yang memimpin rapat finalisasi raperda tersebut menekankan jangan sampai disusunnya perda itu berbuntut persoalan. Spirit penyusunan regulasi yang nantinya menjadi hukum, sejatinya untuk meniadakan masalah dan jangan menimbulkan masalah baru. “Perbincangan hari ini, kita ketahui bubar pasti, ada masalah juga pasti. Sementara yang belum pasti, solusinya. Kalau begitu mengingkari prinsip dibentuknya hukum (perda, Red) itu sendiri,” ucapnya menegaskan.

Menurut Jeni, kekhawatiran akan muncul ketika nantinya pem­kot tidak memiliki solusi da­lam mengantisipasi persoalan baru. Kesimpulan dari tim pem­bubaran PD Pasar Resik pun sejauh ini belum bisa menen­tukan langkah dalam penye­lesaian terkait pesangon. “Tadi tim juga belum ada yang bisa menjawab, nampak masih mencari solusi alternatifnya,” kata politisi PAN itu.

Ketua Fraksi Kebangkitan Bulan Bintang Wahid menyimpulkan mau tidak mau PD Pasar Resik harus berupaya mengoptimalkan penghasilan selama masa transisi. Hal itu agar kewajiban yang harus dibayarkan bisa terpenuhi, terutama hak terhadap karyawan. “Hak pekerja yang kami tekankan. Silakan dicari formulasinya mau bagaimana, asalkan tidak melabrak aturan yang ada,” ucap Wahid.

Sementara itu, Ketua Tim Pem­bubar­an PD Pasar Resik, Asis­ten Daerah Bidang Ekonomi dan Pem­bangunan Pemkot Tasik­ma­laya H Kuswa Wardana akan berkomunikasi dengan wali kota dalam mencari solusi pe­­nuntasan kewajiban. “Kita sam­­paikan, sebab saran tertulis dari belum diterima,” kata dia. (igi)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.