Masalah Persib, Urusan Hati

7

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

Viking Distrik Pangandaran menyayangkan keputusan sanksi terhadap Persib Bandung. Menurut para bobotoh itu, semua sanksi terhadap Persib sangat instan dan cenderung dipaksakan.

“Pada dasarnya apapun sanksi yang dijatuhkan PSSI untuk Persib kita setuju. Dengan catatan untuk kebaikan sepak bola Indonesia ke depan dan sesuai kejadian serta fakta di lapangan. Tapi kenyataannya tidak demikian, cenderung dipaksakan,” tutur Usman, Ketua Viking Distrik PSSI dengan menggembosi Persib, modusnya dengan sanksi,” ujarnya.

Dikatakannya, peristiwa kerusuhan, bahkan yang sampai menelan korban jiwa sudah berkali-kali terjadi, namun tidak ada penanganan.

“Tapi ketika kejadian ini menimpa Persib, semua gencar, PSSI dan orang-orang politik juga pada nimbrung. Orang awam sekali pun jadi pinter ikut komen” ungkapnya.

Sebagai pendukung Persib, pihaknya akan terus menuntut keadilan. “PSSI jangan hanya bisa kasih sanksi dan denda, tapi juga langkah riil untuk solusi ke depan. Apakah dengan memberikan sanksi untuk Persib seperti ini akan menimbulkan efek jera bagi yang lain? Nyatanya tidak, terbukti kemaren sore, pertandingan Arema vs Persebaya Lebih dari Persib. Harusnya sanksinya pun berlipat lipat lebih berat dari Persib. Tapi kemana PSSI?? Sampai detik ini pun gak ada pemberitaan atau pembahasaan kerusuhan kemaren di Malang,” bebernya.

Kerusuhan dan semua permasalahan di dunia sepak bola, kata dia, merupakan ketidakmampuan PSSI.

“Jadi inti dari permasalahan ini semua, kerusuhan suporter dan lain lainya adalah PSSI sendiri, biang masalah dan yang menciptakannya,” tutur Usman.

Ketua Distrik Viking Banjar Patroman Deni Supriadi mengaku kecewa atas keputusan sanksi yang dikeluarkan Komdis PSSI kepada Persib Bandung. “Itu kan kejadiannya di luar stadion, berbeda jika terjadi di dalam stadion. Itu baru masuk akal. Kita sangat kecewa atas keputusan sanksi yang dikeluarkan,” ujarnya kepada Radar, Senin (8/10).

Menurutnya, sanksi yang dikeluarkan PSSI sangatlah kejam. Bahkan tidak adil, mengingat sebelumnya pernah terjadi kasus kematian yang menyebabkan seorang bobotoh meninggal dunia ketika menyaksikan pertandingan di Jakarta. “Sanksi ini terlalu banyak konspirasi. Apalagi di saat Persib tengah berada di puncak klasemen,” tuturnya.

Dia pun mendesak pemerintah untuk intervensi dan mengusut pemberian sanksi bagi Persib Bandung. Karena dikhawatirkan dalam pengambilan keputusannya lebih kepada subyektivitas Komdis PSSI. ”Maka pemerintah harus menengahi dan mencari jalan keluar,” ungkapnya.

Deni pun mengaku siap mengerahkan Bobotoh Banjar Patroman untuk menggelar aksi jalanan. Apabila sanksi terhadap Persib Bandung tidak direvisi.

”Urusan Persib urusan hati, ketika Persib diusik maka kita siap mati,” paparnya. (nay/nto)

loading...