Beranda Tasikmalaya Masalah Sosial Bisa Masuk RPJMD

Masalah Sosial Bisa Masuk RPJMD

99
BERBAGI
Usman Kusmana S Ag

TASIK – Persoalan dua remaja, DS (17) dan DM (17) yang tewas overdosis usai menenggak minuman keras (miras) oplosan di Terminal Ciawi Kabupaten Tasikmalaya perlu disikapi serius. Baik oleh pemerintah, ulama, maupun masyarakat. Jangan sampai peristiwa ini terulang kembali.

Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Usman Kusmana mengaku prihatin kematian dua remaja itu. Pemerintah harus memberi perhatian serius terhadap persoalan ini. “Miris. Kita kan Kota Santri, tapi masalah seperti ini masih terjadi,” ujarnya kepada Radar di sela-sela acara halakah ulama se-Priangan Timur di Jamanis, Sabtu (24/3).

Pemerintah kabupaten (Pemkab), terang dia, harus punya komitmen jelas dalam menangani masalah tersebut. Perlu ada penelusuran untuk mengetahui penyebabnya hingga ke akar-akarnya. “Apakah karena mereka perlu fasilitas atau keperluan lainnya sehingga pelariannya ke miras,” katanya.

Usman juga menyebutkan bahwa persoalan miras bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan aparat semata. Akan tetapi semua pihak harus bekerja sama. Tak boleh apatis. “Tokoh ulama, tokoh masyarakat juga harus ikut memberikan perhatian,” tutur dia.

Di tempat yang sama, Pelaksana tugas (Plt) Bupati Tasikmalaya H Ade Sugianto mengatakan permasalahan sosial di Tasikmalaya memang cukup banyak. Selain miras, narkoba tindak asusila, kekerasan dan juga masalah sosial lainnya. “Ini jadi tugas kita bersama,” papar dia.

Persoalan tersebut tidak cukup hanya ditangani pemerintah saja. Tetapi perlu kerja sama dari semua pihak. Termasuk masyarakat. Karena masyarakat lebih cepat mendapat informasi. “Jadi kalau masyarakat bisa lebih cepat mengantisipasinya,” tuturnya.

Dia merencanakan pena­ngan­an masalah sosial ini akan menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Pihaknya juga mewacanakan akan menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) untuk mena­ngani masalah yang tidak diatur dalam UU Pidana. “Misalkan dilarang berkumpul tanpa tujuan di waktu-waktu dan tempat tertentu,” terangnya.

Dia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari khususnya di Kabupaten Tasikmalaya. (rga)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.