Masih Ada Seratusan Warga Kota Tasik yang Diisolasi

72
0
dr Uus Supangat Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya

TASIK – Meskipun pasien positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya secara bertahap bhanyak yang dinyatakan sembuh, namun ruang isolasi tak kunjung kosong. Bahkan pasien aktif yang menjalani isolasi, kini masih di atas jumlah 100 orang.

Masih banyaknya pasien yang aktif tersebut, tak lain karena pasien positif Covid-19 baru pun terus bermunculan. Sehingga ruang isolasi tetap terisi oleh pasien, baik yang dengan gejala maupun tanpa gejala.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya, sampai Minggu (15/11) tercatat pasien aktif sebanyak 150 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 125 pasien tanpa gejala atau asimtomatik dan 25 pasien dengan gejala atau simtomatik.

Silih bergantinya pasien positif Covid-19 di ruang isolasi, diakui Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat. Menurutnya, hampir setiap hari penambahan pasien Covid-19 masih terjadi.

“Masih ada penambahan,” ungkapnya kepada Radar, Minggu (15/11).

Baca juga : VIRAL Penjual Rujak Jambu Kristal Cantik di Martadinata Kota Tasik, Omzetnya Jadi Naik..

Penambahan yang cukup menonjol dalam seminggu terakhir, yakni pada Sabtu pagi (14/11). Tercatat ada 14 pasien baru yang dinyatakan positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya. Sementara di hari Minggu (15/11) hanya tercatat ada tiga penambahan pasien baru.

Disebutkan dr Uus, 14 pasien tersebut yakni hasil tracing yang dilakukan oleh Satgas. Mereka merupakan kontak erat dari pasien-pasien positif Covid-19 sebelumnya. “Satu dari pelaku perjalanan, selebihnya kontak erat dari klaster keluarga,” katanya.

Uus menegaskan klaster keluarga lagi-lagi mendominasi penambahan pasien baru. Sehinga harus menjadi perhatian seluruh masyarakat di Kota Tasikmalaya, agar menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). “Kita minta semua bisa tertib menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Untuk pengawasan protokol kesehatan di ruang publik, sambung Uus, bisa dilakukan oleh tim patroli. Namun untuk di ruang privat, diharapkan warga punya kesadaran sendiri.

“Kalau habis dari luar, harus mandi dan pakaian langsung dicuci sebelum melakukan kontak dengan keluarga di rumah,” katanya.

Terpisah, Kabid Pelayanan RSUD dr Soekardjo, H Dudang Erawan Suseno menyebutkan bahwa jumlah pasien yang diisolasi setiap hari selalu di atas 40 orang. Karena pasien sembuh dan yang baru terbilang masih imbang. “Misal pagi ada yang pulang, siang atau sorenya datang pasien baru,” tuturnya.

Namun demikian, sementara ini jumlah ruangan isolasi masih tersedia. Begitu juga dengan perawat yang melakukan penjagaan terbilang aman. “Sementara aman, ketersediaan APD juga aman,” pungkasnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.