Masih Banyak Pelanggar Prokes di Kabupaten Tasik

37
0
DISANKSI. Tim Gabungan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya memberikan sanksi kepada masyarakat yang melanggar protokol kesehatan, Minggu (31/1/2021). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA
Loading...

SINGAPARNA – Operasi yustisi yang dilakukan Tim Gabungan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya menyasar tempat dan sarana umum di wilayah Kecamatan Singaparna, Minggu (31/1/2021). Hal itu dilakukan untuk pendisiplinan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Dalam operasi tersebut, petugas masih banyak menemukan masyarakat yang tidak menjalankan protokol kesehatan, seperti memakai masker dan menjaga jarak. Padahal mereka yang melanggar sedang berada di pusat perbelanjaan atau tempat makan.

Kasi Pengembangan Kapasitas Personil dan Pembinaan Masyarakat Dinas Satpol-PP Kabupaten Tasikmalaya Neni Nuraeni mengatakan, operasi yustisi pendisiplinan protokol kesehatan dilaksanakan di terminal dan pasar juga menyasar sarana publik. Termasuk tempat makan yang selalu banyak dikunjungi masyarakat.

Baca juga : Pencuri di Mangkubumi Kota Tasik yang Kepergok Warga Meninggal Dunia

”Seperti toko modern atau pusat perbelanjaan, termasuk tempat makan yang memicu kerumunan. Hasilnya sebagian pengunjungnya tidak memakai masker. Maka tim gabungan TNI/Polri dan Satpol-PP menyisirnya dan memberikan teguran serta sanksi,” kata Neni kepada Radar, kemarin.

loading...

Kata dia, selain menindak pengunjung yang melanggar protokol kesehatan, pihaknya juga mengimbau kepada pelaku usaha untuk senantiasa mengingatkan pengunjunya untuk memakai masker dan menjaga jarak. Termasuk menyiapkan sarana mencuci tangan dan pengecekan suhu tubuh.

“Ketika para pelaku usaha tidak mematuhi protokol kesehatan, apalagi sampai menimbulkan kerumunan orang, termasuk tidak memakai masker, tempat usahanya bisa saja ditutup sementara, ketika teguran tidak diindahkan,” ucapnya.

Kapolsek Singaparna Kompol Tommy Widodo Arief AMd SH menambahkan, sejauh ini memang masih banyak ditemukan yang melanggar protokol kesehatan seperti tidak memakai masker. Namun, secara keseluruhan jumlahnya lebih sedikit atau berkurang. Artinya kesadaran masyarakat dalam memakai masker sudah mulai meningkat.

”Selain operasi yustisi pendisiplinan protokol kesehatan gencar terus dilakukan, masyarakat juga sudah mempunyai kesadaran akan bahaya penularan Covid-19 yang bisa menyerang siapa saja bahkan anggota keluarganya,” katanya.

Sanksi tegas, tambah dia, kepada masyarakat yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan, seperti tidak memakai masker dengan sanksi fisik push up. Selain itu, ada sanksi sosial membersihkan lingkungan dan menyanyikan lagu nasional. (dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.