Masih Banyak Perilaku Seks di Luar Nikah

214
0

TAROGONG KIDUL – Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut melihat dua kasus bayi baru lahir yang tewas di tangan ibu kandungnya sendiri, menjadi gambaran hubungan seks di luar nikah masih banyak terjadi di masyarakat Garut.

Hal tersebut dikatakan Sekretaris P2TP2A Kabupaten Garut Rahmat Wibawa saat dihubungi Rakyat Garut, Rabu siang (18/4).

Menurut dia, hubungan seks di luar nikah, selalu menempatkan perempuan dalam posisi yang merugi.

Apalagi jika sampai hamil seperti yang terjadi pada dua perempuan yang diamankan Polres Garut.

“Begitu pasangannya tidak bertanggungjawab, perempuannya pasti bingung hingga akhirnya nekat dan seperti yang telah terjadi,” katanya.

Rahmat mengatakan kaum perempuan harus bisa dan berani menolak ajakan hubungan seks di luar nikah.

Karena, selain dilarang oleh agama Islam, hubungan seks di luar pernikahan juga kerap menjadi media penularan penyakit seks menular.

“Apapun alasannya, perempuan jangan mau melakukan hubungan seks di luar pernikahan, laki-laki juga, seks bebas rawan penyakit,” terangnya.

Rahmat menyampaikan, P2TP2A sendiri saat ini terus melakukan sosialisasi dalam berbagai kesempatan terkait hak-hak perempuan dan anak.

Harapannya, perempuan tidak lagi berada dalam posisi yang sulit. Terutama kaitan hubungan dengan pasangannya.

Rahmat juga melihat ketahanan keluarga juga harus dibangun agar berbagai masalah sosial yang ada di masyarakat bisa terdeteksi dini dan bisa mendapatkan solusi yang baik bagi semua.

“Kalau ketahanan keluarganya baik, setiap masalah bisa diselesaikan bersama keluarga, kasus ibu bunuh anak kan karena pelaku merasa sendiri, tidak ada tempat berbagi, harusnya ada peran keluarga saat diketahui hamil,” terangnya.

Rahmat menambahkan ketahanan keluarga yang baik bisa membuat karakter anggota keluarga yang baik. Di lingkungannya pun relatif tidak punya masalah. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.