Masih Bisa Panen, Meski Alami Puso

7
CARI IKAN. Para nelayan sedang menangkap ikan di Pantai Timur Selasa (13/8). Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya
CARI IKAN. Para nelayan sedang menangkap ikan di Pantai Timur Selasa (13/8). Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya

PANGANDARAN – Meski sedang menghadapi ancaman kekeringan, hasil panen padi di Kabupaten Pangandaran pada triwulan satu tercatat mencapai 107 ribu ton dari target 207 ribu ton per satu tahunnya.

Kepala Bidang Tanaman Panganda dan Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Tina Maryana mengatakan pihaknya optimis akan mencapai target produksi tahun ini, dari hasil panen enam bulan ke depan.

”Tersisa 99 ribu ton lagi, untuk mencapai target produksi tahun ini,” jelasnya kepada Radar, Selasa (13/8).

Menurut dia, 99 ribu ton itu bisa dihasilkan dari total luas lahan yang mencapai 16.564 hektare. Untuk satu hektare rata-rata menghasilkan padi sebanyak 64 kuintal. ”Kecamatan Langkaplancar memiliki lahan sawah yang paling luas yakni 2.269 hektare,” terangnya.

Tina mengatakan beberapa lahan sawah memang mengalami kekeringan, bahkan hingga gagal panen. ”Panen tahun ini tergolong baik, walaupun ada yang mengalami puso,” terangnya.

Pihaknya terus mengantisipasi ancaman kekeringan dengan melakukan pipanisasi irigasi, di beberapa lokasi yang bisa diselamatkan dari ancaman kekeringan. ”Seperti di Kecamatan Mangunjaya dan Cimerak,” jelasnya.

Menurut dia, untuk mendongkrak produksi padi tersebut, para petani air payau juga dihimbau untuk memaksimalkan produksinya, dengan mengggunakan variates padi yang tahan air asin. ”Dengan harapan produksi padi kabupaten bisa terdongkrak,” ujarnya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.