Masih Jalani Isolasi, Bupati & Wabup Pangandaran tak Divaksin Pertama

27
0
VAKSINASI. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran drg Yani Achmad Marzuki MKes saat diwawancarai di sela penerima vaksin tahap awal kemarin. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
VAKSINASI. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran drg Yani Achmad Marzuki MKes saat diwawancarai di sela penerima vaksin tahap awal kemarin. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
Loading...

PANGANDARAN – Bupati Kabupaten Pangandaran H Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati H Adang Hadari dipastikan tidak disuntik vaksin Covid-19 tahap pertama. Lantaran keduanya saat ini masih menjadi pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pangandaran drg Yani Achmad Marzuki MKes mengatakan keduanya sampai saat ini masih menjalani isolasi mandiri.

“Bupati dan wabup Pangandaran tidak boleh, kan mereka positif Covid-19, termasuk saya juga tidak disuntik vaksin,” kata dia kepada wartawan, Rabu (27/1) usai penyerahan vaksin di gudang farmasi kompleks Rumah Sakit Pandega. Dia menyebut tak divaksin karena komorbid atau punya penyakit penyerta.

Baca juga : 5 Anggota Keluarga Wabup Pangandaran Positif Covid-19

Dia mengatakan untuk penyuntikan pertama ada 10 tokoh Pangandaran. Diantaranya sekda Pangandaran, ketua DPRD, ketua MUI, perwakilan TNI-Polri dan unsur Forkopimda lainnya. Rencananya vaksinasi dilaksanakan 2 Februari di Setda Kabupaten Pangandaran.

loading...

Penyuntikan dilakukan petugas vaksinasi yang telah dibekali beberapa hari melalui zoom meeting. “Petugas penyuntikan ada sekitar 200 orang yang sudah dilatih. Karena pada prinsipnya penyuntikan vaksin ini tidak jauh berbeda dengan vaksin pada umumnya,” jelasnya.

Sebelumnya, Minggu (24/1) Gubernur Jawa Barat H Mochamad Ridwan Kamil mengatakan satu-satunya upaya yang bisa menurunkan angka kasus pandemi Covid-19 yakni harus disuntik vaksin dua kali dosis.

“Karena satu dosis tidak cukup, itu baru pengkondisian dalam tubuh merangsang antibodi sampai hari ke 28. Suntikan pertama ini masih bisa terpapar virus corona, namun tidak terlalu membahayakan,” jelasnya.

Maka dilakukan penyuntikan vaksin kedua, sehingga warga bisa produktif atau aktivitas seperti biasa. “Covid-19 tidak akan hilang dan salah satu jalannya dengan divaksin. Sama halnya seperti flu, ada saja yang terjangkit, sama Covid juga. Maka dari itu selain di vaksin selalu terapkan prokes 5 M,” ujarnya. (nto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.