Masjid Agung Kota Tasik Tetap Dipakai Jumatan

4003
0
MEMONITOR. Wali Kota Tasikmalaya H Budi Budiman dan Wakil Wali Kota H M Yusuf, yang juga Ketua Umum DKM Masjid Agung Kota Tasikmalaya, menyaksikan penyemprotan Disinfektan di Masjid Agung Rabu (18/3).

CIHIDEUNG – Masjid Agung Kota Tasikmalaya tetap akan digunakan untuk salat Jumatan. Pemerintah Kota Tasikmalaya melakukan penyemprotan disinfektan untuk menjaga masjid bersih dari virus.

Ketua Umum DKM Masjid Agung Kota Tasikmalaya H M Yusuf menyebutkan salat Jumat tetap dilaksanakan di Masjid Agung sebagaimana mestinya. Hanya saja, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh masyarakat atau jamaah.

Baca juga : Sukses Produksi Sendiri, Tiap Hari Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Bagikan Ratusan Hand Sanitizer

“Yang ditunda dan dihentikan sementara itu pengajian Rabu dan kegiatan Isra Mikraj,” ungkapnya saat memantau penyem­protan disinfektan di Masjid Agung Kota Tasikmalaya Rabu (18/3).

Masjid Agung juga tetap digunakan untuk salat lima waktu. Hanya untuk sementara waktu, karpet Masjid Agung digulung. “Jadi bisa bahwa sajadah sendiri dari rumah,” ujar Wakil Wali Kota ini menyarankan.

Di sisi lain, pihaknya pun tetap harus mematuhi edaran dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) terkait pengelolaan masjid. Karena ketika sebuah kebijakan di ambil, tentunya punya tujuan yang baik, khususnya mencegah penyebaran virus corona.
“Mudah-mudahan tidak sampai ada di Kota Tasikmalaya,” ujarnya.

Sekretaris Umum DKM Masjid Agung Kota Tasikmalaya Ustaz Acep Zoni Saeful Mubarok menyebutkan bahwa dalam Islam itu ada sebuah pertimbangan antara hal yang maslahat dan mudarat. Secara prinsip syariat Islam itu mengacu kepada kemaslahatan. “Mencegah kemudaratan, lebih diutamakan dari kemaslahatan,” tuturnya.

Berdasarkan kajiannya bersama Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, situasi di Kota Tasikmalaya belum begitu darurat. Maka dari itu pelaksanaan salat Jumat tetap berjalan. “Kita laksanakan tetapi diatur sesuai protokol kesehatan,” ujarnya.

Salah satu yang diatur, kata Ustaz Acep Zoni Saeful Mubarok, yaitu soal kerapatan saf jemaah yang lebih renggang dari biasanya. Hal ini diperbolehkan untuk menghindari kemudaratan penyebaran Covid-19. “Seharusnya kan rapat, tapi ada gharar (keraguan) jadi yang maslahat itu yang mana,” terangnya.

Di sisi lain, pihaknya mengimbau masyarakat untuk melaksanakan salat Jumat di masjid sekitar rumah. Khusus bagi yang sedang sakit, dianjurkan mengganti dengan salat zuhur di rumah masing-masing. “Ada rukhsah (kelonggaran, Red),” terangnya.

Baca juga : Usai Disemprot Disinfektan, Masjid Agung Kota Tasik Ditutup Sementara

Pada kesempatan itu Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya pun menyerahkan perlengkapan cuci tangan kepada DKM Masjid Agung Kota Tasikmalaya. Perlengkapan itu sebagai sarana tambahan supaya kebersihan jamaah tetap terjaga.

Pada kesempatan itu hadir pula Wali Kota Tasikmalaya H Budi Budiman. Dia memberikan arahan agar penyemprotan disinfektan juga dilaksanakan di bandara, stasiun, terminal dan pul bus dengan memberdayakan petugas Palang Merah Indonesia (PMI). (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.