Maskapai Garuda Tetap Beroperasi

16
0
fin.co.id TETAP OPERASI. Maskapai Garuda Indonesia tetap akan beroperasi seperti biasa walaupun beberapa direksinya diganti.

JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan maskapai Garuda Indonesia akan tetap beroperasi seperti biasanya pasca pergantian jajaran direksi. Pencopotan ini terkait kasus penyelundupan suku cadang motor mewah Harley Davidson dan sepeda Brompton.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana Banguningsih Pramesti mengatakan hal itu karena masih ada key personil yang menangangi operasional penerbangan. “Operasional penerbangan maskapai Garuda Indonsesia tidak akan terganggu. Apalagi juga telah ditunjuk pelaksana tugas (Plt) sebagai penanggung jawab dalam organisasi yang mengkoordinasikan semua aspek baik manajemen, operasi, teknik dan keamanan,” ujar Polanan dalam keterangan tertulisnya Minggu (8/12).

Mengenai tugas key personil sebagaimana merujuk dalam aturan Kemenhub KM 25/2008 tentang Penyelenggaran Angkutan Udara dan CASR 121.59. Maka, diwajibkan adanya accountable person yang memegang kedali penuh terhadap operasional Garuda Indonesia.

Demikian juga soal penunjukan Plt sangat memungkinkan ketika suatu perusahaan belum memiliki direktur utama dengan catatan hanya selama tujuh hari dan kemudian harus ada pejabat definitif dan sudah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan dan telah dilakukan evaluasi oleh ditjen hubud.

“Dirut definitif yang ditunjuk oleh pemegang saham dan setelah itu dilakukan update terhadap lampiran izin usaha angkutan udara serta list of key person (ACL/Authorization, Condition & Limitation) kepada Kementerian Perhubungan,” jelas Polana. Ditjen hub juga akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan kepada seluruh Badan Usaha Udara (BUAU) sesuai dengan undang-udang yang berlaku untuk menjamin keselamatan penerbangan.


Peneliti Intitute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda mendukung penuh pemecatan jajaran dieksi Garuda Indonesia. Apabila tidak dilakukan pemberhentian perusahaan pelat merah itu akan mengalami kerugian terus menerus.

“Kasus penyelundupan motor gede ini hanya pematik dari kasus-kasus sebelumnya, terutama kasus pemalsuan laporan keuangan. Makanya sudah cepat Pak Erick Thohir mencopot dirut Garuda Indonesia,” ujar Huda kepada Fajar Indonesia Network (FIN) Minggu (8/12).

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir secara resmi telah memberhentikan sementara seluruh jajaran direksi yang terlibat dalam kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton di pesawat Airbus A330-900 Neo.

Keputusan tersebut setelah melalui pertemuan dengan Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia. Komisaris Utama (Komut) Garuda Indonesia Sahala Gaol tidak menyebut siapa saja direksi yang diberhentikan selain Direktur Utama Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Akshara (AA).

Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi Publik Arya Sinulingga sebelumnya mengatakan ada empat direktur Garuda Indonesia yang ada di pesawat berisikan Harley tersebut namun tidak mengantongi izin dinas dari kementerian. “Keempatnya tidak mendapat izin dinas Kementerian BUMN,” ujar Arya.

Pemberhentian sementara itu akan berlaku hingga Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Di RUPSLB, dewan komisaris beserta pemegang saham, termasuk Kementerian BUMN yang dipimpin Erick sebagai pemegang saham terbesar akan menetapkan pemberhentian permanen terhadap direksi yang terlibat penyelundupan dan juga menunjuk pejabat permanen yang akan menggantikannya. (din/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.