Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.3%

7.3%

70.3%

Massa Berjubel saat Penyaluran Bantuan di Kawalu Kota Tasik

1132
0

KOTA TASIK – Ratusan warga mengantre di halaman Kantor Kelurahan Karsamenak, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Selasa (19/05) siang.

Mereka berdesak-desakan membuat beberapa barisan panjang demi mendapatkan bantuan sosial (bansos) senilai Rp600 ribu tunai dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk warga terdampak Covid-19.

Sayang, dalam antrian itu sama sekali tak menerapkan jaga jarak (physical distancing).

Warga berhimpitan antri, tak peduli tubuh mereka bersentuhan satu sama lain, demi mendapatkan bantuan yang mereka nantikan.

Sementara petugas tak bisa berbuat banyak untuk mengatur jarak antrian antarwarga.

Sebab, jumlah petugas tak sebanding dengan warga yang mengantri untuk mendapatkan bantuan.

Salah seorang warga yang ikut mengantri, Jajang (37) mengatakan, penyaluran bantuan itu telah diberi tahu oleh ketua RW (rukun warga) setempat.

Warga yang telah terdata mendapatkan bansos dari Kemensos diminta berkumpul di Kantor Kelurahan Karsamemak mulai pukul 08.00 WIB.

“Dapat pemberitahuan dari Pak RW kemarin, hari ini bantuan cair. Katanya suruh kumpul di sini (Kantor Kelurahan Karsamenak),” kata dia kepada wartawan.

Untuk mendapatkan bantuan, ia menjelaskan, warga harus membawa surat keterangan dari RW, fotokopi kartu keluarga (KK), dan kartu tanda penduduk (KTP).

Dengan bukti itu, warga akan langsung menerima bansos berupa uang tunai Rp600 ribu.

Sejak pukul 11.00 WIB Jajang bersama dua temannya yang ikut mengantri untuk mendapatkan bantuan, datang ke Kantor Kelurahan Karsamenak.

Namun, hingga pukul 15.30 WIB, mereka belum juga dapat masuk ke dalam kantor kelurahan.

Antrian yang begitu panjang membuat mereka harus menunggu lebih lama lagi hingga mendapat giliran.

“Tidak efektif. Ini terlalu lama dan berisiko karena kita berkerumun. Saya nunggu dari jam 11.00 WIB, sampai sekarang belum dapat juga,” keluh dia.

Seharusnya, menurut Jajang, penyaluran bansos dibagi dalam beberapa tahap. Tidak langsung disalurkan semuanya dalam satu hari.

Akibatnya, kerumunan warga yang hendak mendapatkan bantuan tak terkendali.

Sementara itu, salah seorang warga lainnya, Yayah (30) dengan wajah sumringah sudah menerima bantuan itu.

Perjuangannya mengantre berdesak-desakan sejak pukul 07.00 WIB, terbayar dengan cairnya bantuan tersebut.

“Saya sudah dari pagi mengantre, baru dapat sore,” tuturnya.

Menurut dia, proses pencairan bantuan itu cenderung mudah. Ketika telah mendapat giliran untuk masuk ke kantor kelurahan, di dalam ia hanya diminta kembali mengantre.

Berbeda dengan kondisi di halaman, antrean di dalam kantor sudah diatur sedemikian rupa dengan menerapkan anjuran physical distancing.

Warga juga dipersilakan duduk di kursi yang disediakan petugas.

Setelah dapat giliran, warga hanya diminta menunjukkan surat dari keterangan dari RW, KK, dan KTP, lalu difoto sebagai bukti. “Nyairin sih gampang, tapi ngantri lama,” kata dia.

Kendati demikian, Yayah bersyukur bansos dari Kemensos telah diterima.

Uang itu, kata dia, akan digunakan untuk keperluan rumah tangga menjelang Lebaran. Sebab, sejak adanya pandemi Covid-19 penghasilan keluarganya menurun drastis.

“Suami saya sih masih bekerja, tapi sekarang jadi tidak jelas jadwalnya. Gajinya juga jadi berkurang jauh,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.