Massa Kembali Datangi Bawaslu Pangandaran, Tanyakan Soal Ini..

49
0
AUDIENSI. Massa dari Masyarakat Pangandaran Bersatu saat melakukan audiensi di Sentra Gakkumdu Pangandaran kemarin. Mereka mempertanyakan sejauh mana penanganan pelanggaran di Pilkada 2020.
AUDIENSI. Massa dari Masyarakat Pangandaran Bersatu saat melakukan audiensi di Sentra Gakkumdu Pangandaran kemarin. Mereka mempertanyakan sejauh mana penanganan pelanggaran di Pilkada 2020.

PANGANDARAN – Massa yang tergabung dalam Masyarakat Pangandaran Bersatu kembali mendatangi Bawaslu Kabupaten Pangandaran Senin (4/1). Mereka menanyakan perihal tindak lanjut Bawaslu dalam menangani pelaporan pelanggaran.

Korlap aksi Anton mengatakan kedatangan massa hanya menginginkan keadilan dalam pelaksanaan demokrasi di Pilkada Kabupaten Pangandaran 2020.

“Kami ingin bekerja sama dengan Bawaslu, tetap bersama-sama menegakkan keadilan, kejujuran dan kebenaran di Pilkada Pangandaran,” ungkapnya Senin (4/1).

Untuk itu, pihaknya meminta klarifikasi terhadap tindak lanjut dugaan pelanggaran-pelanggaran yang terjadi. “Jadi kami meminta adanya penjelasan dari Bawaslu, terkait jumlah laporan dan sejauh mana penangananya,” ungkap dia.

Pada aksi sebelumnya, pihaknya hanya membawa pelaporan pelanggaran Pilkada Pangandaran. “Tapi, untuk klarifikasi dan penjelasan diterima dan tidak diterimanya pelaporan kita sebelumnya belum ada tembusan,” kata dia.

Anton mengatakan paslon mana pun, baik itu 01 ataupun 02 harus ditindaklanjuti jika melakukan pelanggaran. “Ini penting untuk meningkatkan demokrasi di Pangandaran,” ujarnya.

Baca juga : Bawaslu Pangandaran Evaluasi Pengawasan Pilkada

Kata dia, tindak lanjut pelaporan pelanggaran itu akan mempertahankan wibawa lembaga-lembaga penyelenggara Pilkada di Pangandaran. “Pada prinsipnya, kita harus cerdas bertindak bagaimana caranya demokrasi itu harus diselamatkan,” katanya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran Iwan Yudiawan mengatakan setidaknya ada 29 laporan dugaan pelanggaran kampanye, baik itu dari kubu 01 dan 02. “Jadi ada 20 yang teregister, tujuh yang tidak diregister dan dua yang dicabut sebelum diregister,” ucapnya.

Menurut dia, 20 laporan yang diregister sudah dilakukan penanganan pelanggaran dan ditempel di depan sentra Gakkumdu. “Jadi di sana bisa dilihat yang tidak dilanjutkan karena alasan yuridis ataupun yang sudah dilanjutkan ke penyidikan,” jelasnya.

Ia menegaskan tidak memilah-milah mana laporan dari 01 ataupu 02. “Tidak ada tekanan atau intervensi dari manapun,” tegasnya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.