Massa Protes Penjualan Gas Elpiji 3 Kg Tidak Sesuai HET

364
0
UNJUK RASA. Massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat dan Mahasiswa Ciamis (FMMC) berunjuk rasa di halaman Gedung DPRD Kabupaten Ciamis, Selasa (16/7). IMAN S RAHMAN/RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Forum Masyarakat dan Mahasiswa Ciamis (FMCC) berunjuk rasa di halaman Gedung DPRD Kabupaten Ciamis, Selasa (16/7). Mereka mengeluhkan penjualan gas elpiji 3 kg yang tidak sesuai dengan ketetapan harga eceran tertinggi (HET).

Koordinator lapangan (korlap) aksi FMMC Kabupaten Ciamis Ujang Haeruman menerangkan, gas elpiji telah menjadi bahan bakar alternatif yang efektif dan efisien untuk menggantikan minyak tanah. Namun, pada kenyataannya, pendistribusian gas telah dimainkan oleh oknum-oknum tertentu untuk meraup keuntungan pribadi. Harga jual elpiji yang telah diatur dalam SK Bupati Tahun 2014 tidak diindahkan oleh para penjual.

Pada 29 Mei 2019, kata dia, Forum Masyarakat Pedesaan (FMP) juga telah melakukan aksi serupa mengenai HET gas elpiji. Aksi ini pun ditindaklanjuti oleh Pemkab Ciamis dengan menyebarkan kembali SK Bupati Tahun 2014 tentang HET. “Tapi pada kenyataannya sampai sekarang masih tidak ada perubahan. Harga gas elpiji 3 kg masih dijual dengan harga Rp 18.000 sampai dengan Rp 28.000 yang seharusnya HET adalah Rp 16.000 sampai di konsumen,” tutur dia.

Menyikapi kondisi tersebut, FMMC menuntut DPRD segera membentuk panitia khusus (pansus) migas, pemerintah membuat Badan Usaha Miliki Daerah (BUMD) untuk pendistribusian gas elpiji dan memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar masyarakat lebih leluasa dalam mengontrol gas. FMMC juga mendorong aparat kepolisian untuk membentuk satuan tugas (satgas) penindakan agen yang menjual gas tidak sesuai dengan HET. “Serta usut dugaan mafia gas yang ada di Kabupaten Ciamis,” katanya.

Ketua Forum Kajian Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (FKSPM) Endang Djauhari menerangkan, untuk menanggulangi kelangkaan dan kenaikan harga gas elpiji 3 kg yang tidak terkendali, pemerintah harus mencabut SK Bupati No 342/Kpts 666 HUK/2014 tentang HET LPG 3 Kg untuk Keperluan Rumah Tangga dan Usaha Mikro di Ciamis itu. SK tersebut harus dicabut lantaran salah menerjemahkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI No 26/2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG 3 Kg.

Pada permen itu di pasal 24 ayat 3 dan 4, HET gas elpiji harus ditetapkan oleh menteri berdasarkan hasil kesepakatan instansi terkait. “Patokan harga elpiji 3 kg seharusnya tetap mengacu pada HET Menteri ESDM Rp 12.750 di titik serah agen tertuang dalam permen ESDM No 28 Tahun 2008 tentang HET LPG 3 Kg,” katanya.

Kemudian, pemerintah juga harus menerapkan kartu kendali yang tertuang dalam Permen ESDM No 26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG. Dengan begitu, dalam menjual gas, agen atau pangkalan hanya melayani pembeli yang bisa menunjukkan kartu kendali tersebut.

“Dengan penerapan dua peraturan menteri ESDM ini harga dan kuota elpiji 3 kg bersubsidi akan terkontrol dengan baik dan negara tidak dirugikan karena subsidinya tidak bertambah terus,” tuturnya.

Ketua DPRD Kabupaten Ciamis H Nanang Permana SH menerangkan, Presiden Joko Widodo telah berhasil menghancurkan mafia gas di tingkat hulu dengan dibubarkannya Pertamina Energy Trading Ltd (Petral). Diharapkan Jokowi juga bisa membubarkan mafia gas di tingkat hilir walaupun oknum-oknum itu belum teridentifikasi. “Kawan-kawan mari berembuk, mafianya siapa dan organisasinya apa,” kata dia kepada massa aksi.

Pemerintah, kata dia, cukup peduli terhadap masyarakat dengan memberikan bantuan kompor dan tabung gas. Namun, dia menyayangkan bila ada oknum yang bermain dalam penjualan gas bersubsidi. Barang bersubsidi itu tidak boleh dipengaruhi oleh hukum pasar tetapi harus sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Nanang akan menyampaikan segala aspirasi dari massa aksi berkaitan dengan gas ke pemerintah bahkan ke pusat. “Insyaallah gerakan teman-teman yang saya amati sudah satu bulan akan menjadi isu nasional, karena ini perkara nasional yang belum terdeteksi,” katanya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.