Massa Tolak Perubahan Status CA Jadi TWA

17
AUDIENSI. Aktivis lingkungan melakukam audiensi dengan Kasi KSDA Garut Purwantono di kantor KSDA Garut Jalan Terusan Pahlawan Kecamatan Tarogong Kidul Kamis (14/3).

TAROGONG KIDUL – Ratusan aktivis lingkungan yang tergabung dalam Aliansi Save Garut melakukan unjuk rasa di kawasan Bundaran Simpang Lima Kecamatan Tarogong Kidul dan Kantor KSDA Wilayah V Garut Kamis (14/3). Mereka menolak penurunan status Cagar Alam (CA) Kamojang dan Papandayan menjadi Taman Wisata Alam (TWA).

Koordinator Aliansi Save Garut Riana Ramadhan mengatakan aksi tersebut sebagai bentuk protes para pegiat lingkungan terhadap sikap pemerintah yang mengubah kawasan CA menjadi TWA. Pihaknya menganggap surat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yakni SK.25/Menlhk/Setjen/Pla.2/1/2018 tentang perubahan CA menjadi TWA tak memerhatikan aspek lingkungan.

“Masyarakat belum banyak yang tahu perihal perubahan status CA menjadi TWA ini. Padahal CA ini jadi tempat berlindung satwa dan ekosistem di dalamnya,” ujarnya kepada wartawan kemarin.

Dia menolak pergantian status CA jadi TWA karena akan mengganggu ekosistem di dalamnya. Dia khawatir dengan status TWA, hutan akan ikut rusak. “Seharusnya pemerintah tahu kalau gunung dengan status CA tidak boleh diubah statusnya,” katanya.

Riana menilai saat ini sebelum adanya penurunan status, kawasan CA Kamojang yakni Gunung Guntur yang hampir 70 persennya merupakan wilayah cagar alam kondisinya sudah rusak. “Bagaimana kalau wilayah itu dijadikan TWA, kerusakannya akan lebih parah,” terangnya.

Sekarang, kata dia, wilayah yang sudah direncanakan statusnya menjadi TWA yakni kawasan Tegalpanjang di Gunung Papandayan. Kawasan ini sebelumnya merupakan CA. “Ini contohnya, dulu wilayah ini sudah rusak, bagaimana nanti (setelah jadi TWA). Jadi kami minta pemerintah untuk memikirkan bagaimana dampak ke depan dengan penurunan status ini,” terangnya.

Kepala Bidang BKSDA Wilayah III Ciamis (membawahi KSDA Garut) Himawan Sasongko menyebut aspirasi yang disampaikan aktivis terutama soal penataan kawasan dirasa cukup rasional. Pihaknya menerima dengan baik masukan dari massa. “Kami akan melakukan penataan kawasan dengan melibatkan semua pihak. Masukannya bagus dari mereka,” ujarnya usai menerima audiensi para aktivis lingkungan.

Terkait tuntutan pencabutan SK menteri soal penurunan status kawasan, Himawan mengaku saat ini sedang dilakukan proses. KLHK bahkan telah membentuk kelompok kerja (Pokja) yang diisi oleh pihak yang berkepentingan atas CA Kamojang dan Papandayan. “Minggu ketiga pembentukan Pokja sudah bisa selesai. Semoga bisa segera bekerja,” katanya.

Tugas dari Pokja, kata dia, akan melihat kondisi di kedua CA tersebut dari berbagai kajian. Nantinya hasil dari kajian akan diserahkan ke KLHK sebagai bahan untuk membahas soal SK penurunan status. (yna)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.