Masuk Garut,  Suhu Tubuh Diperiksa

645
0
IMBAU PENUMPANG. Bupati Garut Rudy Gunawan memberikan hand sanitizer kepada salah satu penumpang bus untuk memastikan tidak ada virus corona, kemarin (22/3). YANA TARYANA/ Radar Tasikmalaya

KADUNGORA – Pemerintah Kabupaten Garut bersama TNI dan Polri melakukan pemeriksaan penumpang kendaraan umum yang masuk ke wilayah Garut, Minggu (22/3).

Dalam pemeriksaan yang dilakukan di Jalan Lingkar Kadungora ini,  tim gabungan menemukan 20 orang penumpang yang suhu tubuhnya 37,5°C, dan satu diantaranya masuk Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Baca juga : Kades Karyajaya Bayongbong Garut Ditahan Kejaksaan Gara-gara Ini..

Bupati Garut H Rudy Gunawan mengatakan pemeriksaan suhu tubuh dan pemberian hand sanitizer ini terhadap penumpang angkutan umum yang masuk wilayah Garut sebagai antisipasi penularan virus Corona.

“Ini antisipasi saja. Mudah-mudahan Garut tidak ada,  sehat semuanya, “ ujar Rudy kepada wartawan di lokasi pemeriksaan,  kemarin.

Menurut dia,  saat ini Kabupaten Garut memang tidak masuk zona merah penyebaran virus corona.  Tetapi warga Garut banyak yang bekerja di kota yang masuk zona merah seperti Jakarta.

Dengan banyaknya warga Garut yang bekerja di luar kota ini,  kata dia,  maka pihaknya bersama TNI dan Polri melakukan pemeriksaan di perbatasan Garut dan Bandung untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini.

“Kami jaga di perbatasan supaya orang Garut tidak terinfeksi oleh orang  luar yang datang berkunjung, atau orang Garut yang habis bekerja di luar kota, “ ujarnya.

Terkait satu orang yang ODP dalam pemeriksaan ini,  kata dia,  pihaknya sudah menginstruksikan Dinas Kesehatan melakukan pemantauan terhadap yang bersangkutan. “Tadi alamatnya sudah ada. Tinggal dipantau terus oleh Puskesmas di tempat tinggalnya, “ terang dia.

Hal senada dikatakan,  Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemda Garut Nurdin Yana. Menurut dia,  pemeriksaan ratusan orang yang masuk ke Garut untuk memastikan agar masyarakat yang datang ke Garut bebas dari virus Corona. “Hari ini (kemarin, Red) semua penumpang dilakukan pengecekan kesehatan, bila suhu tubuhnya di atas 37-38 derajat, kami langsung obati. Jangan sampai ada warga yang masuk sudah terindikasi, maka bila mereka terindikasi kami lakukan pengobatan,” ujarnya.

Kapolres Garut, AKBP Dede Yudi Ferdiansyah menyatakan dukungannya atas upaya Pemkab Garut melakukan pengecekan suhu tubuh khusus para penumpang yang masuk wilayah Kabupaten Garut.

“Untuk membantu,  kami turunkan sekitar 100 personel dalam kegiatan ini, “ ujarnya.

Dede menerangkan dalam upaya penangan virus corona ini,  pihaknya sudah mendapatkan instruksi langsung dari Kapolri untuk membantu pemerintah daerah dalam penanganan masalah ini.

DOA BERSAMA

Sebelumnya, Sabtu malam (21/3), ribuan santri mengadakan salawat burdah Imam Al-Bushiri dan doa bersama di Pondok Pesantren Al-Halim Kecamatan Tarogong Kaler.

Kegiatan ini, diadakan guna mendoakan Bangsa Indonesia dari ancaman wabah corona yang saat ini sudah mewabah ke seluruh pelosok dunia.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Halim, H R M Romli mengatakan dalam memerangi corona diperlukan dua hal yang utama yakni doa dan upaya nyata.

“Pemerintah sudah menginstruksikan agar masyarakat selama 14 hari diam di rumah. Itu adalah langkah nyata dari pemerintah. Namun di luar hal tersebut juga tentunya kita harus mendoakan, meminta kepada yang mengirimkan dan menyembuhkan corona, Allah SWT,” katanya.

Dalam doa tersebut, kata dia, secara khusus santri membacakan salawat burdah Imam Al-Bushiri yang berasal dari Mesir serta berisi 163 bait salawat.

Dengan dibacakannya saalawat tersebut, H.Romli berharap agar Allah SWT memberikan kesembuhan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang sedang diuji dengan penyakit corona.

“Tidak ada yang sulit untuk Allah saat kita berdoa kepada Allah. Kita meyakini bahwa Allah yang menurunkan corona dan Allah juga yang bisa menyembuhkan,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.