Masuk Garut, WNA Akan Diawasi

115
0
BERI KETERANGAN. Wakil Bupati dr Helmi Budiman memberikan keterangan soal antisipasi virus corona. Yana Taryana/ Radar Tasikmalaya

TAROGONG KIDUL – Pemerintah Kabupaten Garut sudah melakukan pengawasan terhadap warga negera asing (WNA) asal Cina dan Korea Selatan (Korsel) yang berada di Garut.

Selain WNA,  Pemkab Garut juga memantau warga, khususnya yang baru pulang dari luar negeri. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi pencegahan penyebaran virus korona.

Baca juga : Anggota DPR RI Ini Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Dapil Garut-Tasik

“Kita awasi WNA tesaebut karena penyebaran terbesar itu berada di negara itu, “ ujar Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman kepada wartawan,  Sabtu (7/3).

Menurut dia, dalam pengawasan WNA dan WNI yang baru pulang dari luar negeri khususnya Korea dan Cina ini, memang itu tugas dari pemerintah pusat. Sehingga dalam melakukan pengawasan itu,  pihaknya melakukan koordinasi dengan instansi terkait. “Saat ini kita melakukan koordinasi dengan pusat supaya hal yang tidak diinginkan tidak terjadi,” terangnya.

Selain pengawasan,  kata dia,  pihaknya juga akan melakukan pembatasan pengeluaran izin keramaian.  Hal itu karena penyebaran virus corona ini saat ini sudah masuk ke Indonesia.
“Memang sejauh ini kita belum membatasi (pengeluaran izin keramaian) tapi hal itu bisi dipertimbangkan lagi, mengingat situasi yang sedang hangat,” katanya.

Loading...

Helmi mengatakan pembatasan izin keramaian ini,  karena virus corona bisa saja menyebar saat berada di keramaian. Untuk di Kabupaten Garut sendiri memang belum ada laporan kasus corona. “Sebisa mungkin memang harus dihindari, ketika ada laporan kasus,” katanya.

Helmi menambahkan sampai saat ini memang belum ada laporan suspect corona, dan ia juga berharap tidak pernah ada kasus tersebut di Garut.  “Meski belum ada laporan dan jangan sampai ada. Kita sudah melakukan berbagai langkah-langkah antisipatif,” terangnya.

Untuk mengatasi masalah virus corona ini, sambung Hilmi, Pemkab Garut sudah melakukan persiapan dalam penanganannya  yakni menyediakan ruangan isolasi, hingga standar operasional penanganan pasien corona.

“Melalui Dinas Kesehatan kita sudah melakukan langkah-langkah antisipasi dan sosialiasi terhadap masyarakat melalui Puskesmas,” terangnya.

Helmi mengimbau  masyarakat agar menjaga kesehatan tubuhnya. Pasalnya virus corona tidak bisa bersarang di tubuh yang fit. “Virus corona ini yang saya tahu menyerang tubuh yang kurang fit, maka kita harus menjaga kesehatan tubuh kita,” terangnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.