Masuk Kota Banjar, Pendatang Harus Langsung Isolasi Mandiri

Sudah 10 Pasien Covid Wafat

91
0
JELASKAN. Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih didampingi tim penindak pelanggar prokes di halaman Pendopo Kota Banjar Selasa (22/12). Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
JELASKAN. Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih didampingi tim penindak pelanggar prokes di halaman Pendopo Kota Banjar Selasa (22/12). Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
Loading...

BANJAR – Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih menegaskan pendatang dari luar daerah atau zona merah harus melakukan isolasi mandiri. Hal itu sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19 di Kota Banjar.

Ade mengatakan kebijakan tersebut dilakukan karena terus meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Banjar. Terlebih akan memasuki libur Natal dan Tahun Baru.

“Jika ada yang datang dari luar daerah (zona merah, Red) langsung lakukan isolasi mandiri,” kata dia kepada wartawan, Selasa (22/12) di halaman Pendopo Kota Banjar.

Dikatakan dia, sebelum melakukan isolasi mandiri, mereka terlebih dahulu harus memeriksakan diri ke puskesmas terdekat. Guna memastikan apakah terpapar virus corona atau tidak. Minimal rapid test.

“Kalau yakin terpapar atau tidaknya, ya harusnya sadar lakukan isolasi mandiri. Ini demi kesehatan diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar agar tidak tertular,” tandasnya.

Loading...

Dikatakan dia, selama libur panjang Natal dan Tahun Baru, Satgas bersama tim penindak pelanggar prokes terus bergerak menyadarkan masyarakat agar patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan dan hindari kerumunan.

“Ya ini upaya Satgas dalam menekan penyebaran wabah Covid-19 agar tidak menyebar lebih luas. Dan masyarakat harus tetap patuh dan disiplin terapkan prokes atau 3 M plus,” ujarnya.

Baca juga : Kontak Erat dengan Pasien Positif Corona, 18 Pegawai Dinkes Kota Banjar di-Swab Test

Sementara itu, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia di Kota Banjar kembali bertambah. Kali ini perempuan berusia 63 tahun. Dia warga Kecamatan Pataruman.

Pelaksana Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar dr H Agus Budiana Ekaputra menjelaskan, almarhumah meninggal Selasa (22/12) sekitar pukul 00.10 di RSUD Kota Banjar. Dia sebelumnya menjalani perawatan di ruang isolasi.

“Iya betul ada yang meninggal lagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 hari ini,” kata dia kepada wartawan.

Almarhumah masuk ke RSUD Kota Banjar Senin (14/12) akibat penyakit yang dideritanya. Setelah itu, keesokan harinya dibawa ke IGD untuk dilakukan pemeriksaan dan langsung di-swab test. Selang beberapa jam kemudian, hasilnya keluar dan menyatakan almarhumah ter­konfirmasi positif Covid-19.

“Selasa dini hari tadi, pasien meninggal dunia dan langsung dilakukan pemulasaran jenazah sesuai prosedur prokes,” tandasnya.

Untuk itu, dia mengimbau masyarakat harus lebih me­ningkatkan lagi penerapan protokol kesehatan agar tidak terpapar virus corona.

“Mari kita sama-sama lawan dan perangi virus corona, minimal terapkan prokes atau 3 M. Yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pegawai di Dinas Perhubungan Kota Banjar reaktif dari hasil pemeriksaan rapid test antigen. Atas hasil itu, bidang lalu lintas dan pelayanan angkutan ditutup selama tiga hari sejak Selasa hingga Kamis pekan ini.

“Ada satu pegawai yang positif antigen, bukan swab test ya. Karena untuk swab tes masih menunggu hasilnya,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjar Ajat Sudrajat di ruang kerjanya. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.