Masyarakat Diimbau Tak ke Jakarta

15
0
KOMPAK. Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna bersama para tokoh agama dan masyarakat foto bersama usai silaturahmi dan halal bihalal di Aula BKPP Wilayah IV Rabu (12/6). MUI meminta masyarakat tidak pergi ke Jakarta saat putusan sengketa Pilpres di MK. Yana Taryana / Rakyat Garut

GARUT KOTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut meminta masyarakat tidak datang ke Jakarta untuk menyaksikan putusan sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) di Mahkamah Konstitusi (MK) pada 28 Juni mendatang.

“Kami minta jangan (datang). Masyarakat bisa memantau perkembangannya dari Garut saja,” ujar Ketua MUI Kabupaten Garut KH Sirodjul Munir kepada wartawan usai silaturahmi dan halal bihalal bersama tokoh masyarakat dan agama di Aula Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan (BKPP) Wilayah IV, Jalan Ahmad Yani Kecamatan Garut Kota Rabu (12/6).

Pihaknya meminta masyarakat tidak datang ke Jakarta karena dikhawatirkan bisa menimbulkan permasalahan baru. “Jangan datang, percayakan kepada MK. Datang juga percuma karena tidak akan berpengaruh apa-apa terhadap putusan nantinya, karena MK tidak bisa diintervensi oleh siapapun,” terangnya.

Dia mengingatkan Lebaran harus jadi momentum semua pihak saling memaafkan. Terutama usai gelaran Pemilu. Para pendukung, khususnya pada Pilpres baik itu 01 atau 02 harus berdamai. Jangan lagi ramai merebutkan siapa yang benar dan salah. “Lebaran ini kita harus saling minta maaf dan kembali bersatu,” ujarnya.

Ia berharap semua pihak saling menahan diri. Jangan terpancing dengan informasi yang belum jelas kebenarannya. Apalagi sampai menimbulkan keresahan di masyarakat. “Jangan diperpanjang lagi setelah Pemilu kemarin. Semuanya sudah selesai dan percayakan kepada yang berwenang,” katanya.

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna masih terus melakukan pengamanan meski putusan Pemilu telah ditetapkan KPU. Ia pun mengajak masyarakat bisa kembali menjaga per­damaian. “Sampai sekarang al­ham­dulillah di Garut tidak ada kejadian yang menonjol. Semuanya bisa tertib dan menahan diri,” ujarnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.