Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
17%

83%

Masyarakat Garut di Papua Akan Dijemput Pemprov

28
0

TAROGONG KIDUL – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat membantu pemulangan warga Kabupaten Garut pascakerusuhan di Wamena dan Jayapura, Papua. Hingga saat ini yang terdata ada 25 warga Garut yang terdampak kerusuhan di dua wilayah tersebut.

Dari jumlah tersebut, 18 orang kini mengungsi di Jayapura. “Rencananya warga Garut yang mengungsi akan dijemput Pemprov Jabar. Besok (hari ini, Red) mereka sudah tiba di Bandung. Kita nanti jemput di sana (Bandung),” ujar Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut Nurdin Yana kepada di kantornya Senin (7/10).

Saat ini pihaknya masih terus melakukan pendataan warga Garut yang berada di Papua. Untuk sementara, tidak ada warga Garut yang menjadi korban akibat kerusuhan di dua wilayah itu. “Warga Garut yang merantau ke Papua itu untuk kerja dan jualan. Kerjanya ada yang jual gordeng, ada juga yang pasang wallpaper dinding. Rata-rata mereka sudah lebih dari satu tahun tinggal di sana,” ujarnya.

Dia menerangkan jumlah pengungsi asal Garut di Wamena dan Jayapura bisa saja berubah. “Saya belum tahu berapa. Karena yang jemput dari sananya dari provinsi,” katanya.

Dihubungi melalui sambungan telepon, Sarif (30), salah satu warga Garut yang masih mengungsi di Jayapura mengaku sudah dua minggu bersama 17 rekannya yang merupakan warga Garut mengungsi di Dinas Sosial Jayapura. “Saya kerja di Wamena, karena situasi sudah tidak kondusif saya bersama rekan-rekan langsung memilih pergi ke Jayapura,” ujarnya.

Untuk menuju ke Jayapura, dirinya bersama teman-temannya harus terjegal satu minggu di Wamena, karena tidak ada jadwal penerbangan akibat kerusuhan. Setelah itu dirinya menunggu di bandara untuk mendapatkan pesawat.

“Saat kerusuhan di Wamena saya tinggal di Makodim Wamena bersama rekan-rekan. Saat mau terbang saya menunggu dua hari, karena ribuan orang juga sama ingin meninggalkan Kota Wamena,” ujarnya.

Kini, Sarif dan 17 orang lainnya yang berasal dari Garut serta warga asal Jabar lainnya menunggu kepastian untuk bisa kembali pulang. Ia mengaku sudah tak ingin tinggal di Papua dengan kondisi saat ini. “Sudah benar-benar kacau di sini kondisinya. Warga pendatang banyak yang jadi korban,” ujarnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.