Masyarakat Kota Tasik Sulit Jaga Jarak di PSBB Tahap II

2089
3

KOTA TASIK – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap II di Kota Tasikmalaya sudah memasuki hari ketiga, sejak Rabu (20/05) lalu diberlakukan.

Hingga Jumat (22/05), berbagai aturan PSBB telah diberlakukan. Termasuk beroperasinya kembali toko dan mall dengan jam operasional dari jam 10.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

Tentunya, masih banyak hal yang harus dievaluasi dan ditaati masyarakat ketika aturan pencegahan penyebaran virus corona ini diberlakukan.

Salah satunya adalah protokol kesehatan social distancing alias jaga jarak.

Jaga jarak di PSBB ini menurut Wali Kota Tasik, Budi Budiman, banyak dilanggar masyarakat.

Seperti pantauan dia, ketika memasuki pusat perbelanjaan, masyarakat sudah menaati protokol kesehatan.

Tapi ketika mengantre di loket pembayaran, jaga jarak masih banyak dilanggar.

“PSBB sulit teratur ini sudah kita prediksi. Kerumunan masyarakat sulit dihindari karena tak paham arti PSBB. Padahal tujuannya untuk keselamatan semua,” katanya kepada radartasikmalaya.com, Jumat (22/05) siang.

“Orang masih banyak membeli pakaian dan sebagainya. Ini berisiko. Kita juga dilema. Di sisi lain ingin cepat memutus mata rantai covid, tapi juga ekonomi jangan sampai terdampak terlalu dalam,” sambungnya.

Jadi, saran dia, dalam evaluasi PSBB tahap II yang sedang berjalan ini dirinya kembali mengingatkan para pengusaha pertokoan agat lebih memperhatikan physical distancing para pengunjung.

“Kita terus perkuat tim patroli selama PSBB. Fokus kita saat ini di pusat perdagangan, seperti toko pakaian dan pasar. Tim akan bubarkan kalau kumpulan massa terlalu banyak,” terangnya.

Selain itu, tambah dia, masyarakat juga harus paham dan tetap menjaga protokol kesehatan ini serta mentaati apa yang sudah diberlakukan juga menjadi kebijakan Pemkot.

“Saya lihat banyak yang belanja berjejer mengantre, tapi tidak jaga jarak. Ini yang harus diubah. Silakan belanja, social distancing tetap dijaga,” pesannya.

(rezza rizaldi)

Video Pilihan

3 KOMENTAR

  1. Peraturanna kurang saklek.. masih pentingkeun pengusaha.. komo daerah HZ.. ongkoh dituttup tpi pas masuk meuni rame.. coba lamun ditutup asal moal aya anu balanja baju lebaran

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.