Masyarakat Yang Berada Didekat Aliran Sungai Citanduy Diminta Waspada

110

CIAMIS – Badan Pe­nang­gulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis masih mendata luas lahan pertanian yang terendam banjir di Kecamatan Panumbangan. Hasil pendataan akan menentukan tingkat kerugian materil akibat bencana yang terjadi pada Sabtu (10/3) tersebut.

“Saat ini terus lagi pendataan berapa (luas lahan) yang terkena banjir. Dugaan sementara (kerugian) ratusan juta akibat banjir itu,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Ciamis Ani Supiani saat ditemui Radar, di kantornya Selasa siang (13/3).

Dia menegaskan sebagian besar yang terendam banjir di Panumbangan adalah lahan pertanian. Terutama sawah siap panen. Sampai saat ini genangan air belum surut lantaran air luapan tidak bisa kembali ke sungai akibat adanya dinding pembatas.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan Citanduy akan kembali meluap dan menambah volume genangan pada lahan pertanian apabila hujan kembali turun. “Kami menghimbau kepada masyarakat yang dekat genangan banjir untuk selalu meningkatkan kewaspadaan bila hujan turun kembali,” imbaunya.

Ani menjelaskan lahan pertanian dan pemukiman di Panumbangan memang sangat dekat dengan aliran Sungai Citanduy. Sehingga, banjir dipastikan menggenangi wilayah itu setiap kali musim hujan datang.
“Mengenai persoalan banjir kita sudah laporkan kepada tingkat pemerintah,” terang dia.

Dihubungi melalui sambungan telepon, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Galuh (Unigal) Mochamad Ramdan SP MP menilai bencana banjir yang melanda Ciamis termasuk Panumbangan lebih disebabkan rusaknya alam. Alih fungsi lahan dan penggundulan hutan di sekitar Gunung Sawal membuat air hujan tidak lagi diserap oleh tumbuhan. Tapi, langsung mengalir ke sungai.

Sebab itu menurutnya, opsi pengerukan Sungai Citanduy tidak akan bisa mengakhiri fenomena banjir musiman tersebut secara total. Pengerukan hanya langkah jangka pendek untuk mencegah banjir sementara waktu. Langkah jangka panjang yang bisa dilakukan adalah melakukan reboisasi atau menanami kembali lahan gundul di sekitar Gunung Sawal.

“Ini jelas solusinya adalah reboisasi lahan disesuaikan (dengan) vegetasi lingkungan. Bagusnya nanam pohon-pohon keras,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, banjir merendam sekitar 30 hektare sawah di Kecamatan Panumbangan pada Sabtu (10/3). Hal itu diakibatkan meluapnya aliran air Sungai Citanduy yang mengalami pendangkalan dan penyempitan. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.