Mau Berobat Malah Disuruh Telanjang

108

TAWANG – Seorang wiraswasta asal Indihiang Kota Tasikmalaya, AB (54) harus berurusan dengan penegak hukum dan menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tasikmalaya, Kamis (7/2). Dia didakwa telah melakukan tindakan asusila kepada seorang perempuan di bawah umur berinisial PN dengan modus pengobatan tradisional.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum disebutkan bahwa kasus ini terjadi pada awal Maret 2018. Saat itu kerabat PN membawanya untuk pengobatan. Mereka menuju kontrakan AB di wilayah Kecamatan Mangkubumi. Di kontrakan tersebut, kerabat korban diminta menunggu di salah satu kamar, sementara PN diajak ke kamar lain dengan dalih untuk proses pengobatan.

Di sebuah kamar, AB meminta korban untuk membuka seluruh pakaiannya. Korban sempat menolak namun BP terus meyakinkan bahwa hal itu demi terlaksananya proses pengobatan.

Setelah PN membuka seluruh pakaiannya dia disuruh untuk berbaring di sebuah kasur. Terdakwa meninggalkannya beberapa saat dan kembali semangkuk air dan sehelai daun sirih.

Korban yang terbaring langsung diciprati oleh air dari daun sirih yang basah. Di situlah tanpa diduga BP menyetubuhi korban selama kurang lebih dua menit. Usai proses pengobatan aneh itu Korban diminta untuk tidak menceritakan hal itu kepada orang lain.

Kejadian itu terungkap setelah korban menceritakan apa yang dialaminya itu kepada salah satu kerabatnya. Keluarga pun melaporkan AB ke aparat berwajib yang memprosesnya secara hukum.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yadi Mulyadi SH mengatakan sejauh ini tersangka membantah telah menyetubuhi korban. Namun demikian benar tidaknya hal tersebut, menyuruh korban telanjang dinilai sudah merupakan tindakan asusila. “Ngakunya sih tidak sampai disetubuhi, tapi sampai ditelanjangi juga kan sudah perbuatan asusila,” katanya.

Sementara itu, kuasa hukum AB Mochamad Ismail SH belum bisa buka suara saat dimintai keterangan. (rga)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.